KEABSAHAN AKAD MUDHARABAH (STUDI DI BANK MUAMALAT INDONESIA CABANG KENDARI)

IDRIS SAPUTRA, 031043102 (2011) KEABSAHAN AKAD MUDHARABAH (STUDI DI BANK MUAMALAT INDONESIA CABANG KENDARI). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-saputraidr-23403-5.abstr-k.pdf

Download (301kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2013-saputraidr-23403-12full.pdf
Restricted to Registered users only

Download (701kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perbankan syariah tumbuh dan berkembang pada umumnya di seluruh Ibu kota Provinsi dan kabupaten Indonesia, bahkan beberapa bank konvensional dan lembaga keuangan lainnya membuka unit usaha syariah lainnya. Pengakuan secara yuridis dimaksud, memberi peluang tumbuh dan berkembang secara luas kegiataan usaha perbankan syariah, termasuk memberi kesempatan kepada bank umum (konvensional) untuk membuka kantor cabang yang khusus melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Pada dasarnya sistem bagi hasil yang dilakukan Bank syariah sudah ada suatu ketetapan tetap yang menjadi acuan, yang ditetapkan oleh perbankan syariah itu sendiri. Sehingga unsur mencari keuntungannya lebih diutamakan dibanding dengan prinsip utama dari syariah itu sendiri,dalam hal ini seharusnya bagi hasil ini harus sesuai dengan prinsip syariah bukan berdasar terhadap suatu ketetapan yang baku yang tidak ubahnya perbankan konvensional. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis sistem bagi hasil Bank syariah dan Menganalisis klausula-klausula akad Muamalat kendari. Dari hasil penelitian dan analisis statute approach dan conceptual approach, menunjukan bahwa Sistem bagi hasil yang dianut perbankan syariah pada dasarnya memegang teguh prinsip-prinsip dasar, yang bersumber dari Al – quran dan Bentuk bagi hasil dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis yang disebut perjanjian bagi hasil, dalam perjanjian tertulis akad perjanjian bagi hasil disebutkan nisbah bagi hasil pemilik dana dan untuk pengelola dana. Nisbah bagi hasil ini berlaku sampai berakhirnya perjanjian. Perjanjian ini mengikat dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan syarat-syarat dan ketentuan umum. Akad mudhrabah PT. Bank Muamalat kendari berpegang kepada Suatu akad dalam hukum Islam dilandasi adanya kebebasan berkehendak dan kesukarelaan dari masing-masing pihak yang mengadakan transasksi. Syariat Islam memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melakukan akad sesuai yang diinginkannya, sebaliknya apabila ada unsur pemaksaan atau pemasungan kebebasan akan menyebabkan legalitas kontrak yang dihasilkan batal atau tidak sah. Di Bank Muamalat Indonesia Cabang Kendari, kontrak baku ini harus sesuai dengan ketentuan perusahaan bukan merupakan berasal dari ketentuan yang berasal dari hasil negoisasi kedua belah pihak, dalam hal ini pihak nasabah yang ingin melakukan akad harus setuju terhadap apa yang telah ditetapkan oleh para pihak.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK - 2 TH 15/12 Sap k
Uncontrolled Keywords: Perbankan syariah, Sistem bagi hasil, Akad mudhrabah.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam
H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG1501-3550 Banking
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsNIM
IDRIS SAPUTRA, 031043102UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorAbdul Shomad, Dr., Drs., S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 12 Oct 2016 02:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36908
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item