KANKER NASOFARING TUMOR GANAS YANG TERSEMBUNYI

R. Sunarjadi Tedjawinata, Prof., dr (1998) KANKER NASOFARING TUMOR GANAS YANG TERSEMBUNYI. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-grey-2009-tedjawinat-10711-abstract-a.pdf

Download (705kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-grey-2009-tedjawinat-9849-pg9610.pdf

Download (119kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Masalah yang ditimbulkan oleh penyakit kanker nyata cenderung me-ningkat, khususnya pada dua dekade terakhir ini. Sebagaimanadilaporkan oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) dalam National Cancer Control Programmes Policies and Managerial Guidelines (1995), kematian yang disebabkan oleh penyakit kanker merupakan 10% dari seluruh kematian di dunia, dan merupakan penyebab kematian nomor dua di kebanyakan negara maju. Tetapi tidak berarti bahwa masalah ini hanya merupakan masalah utama bagi negara-negara maju saja, karena lebih dari 50% penderita penyakit kanker terdapat di negara-negara berkembang yang berpenduduk tiga-perempat penduduk dunia. Dengan demikian hampir dua pertiga penderita penyakit kanker dunia berada di negara-negara berkembang. Padahal jumlah penderita baru penyakit kanker di dunia diperkirakan 9 juta orang tiap tahun. Sedangkan jumlah penderita kanker yang hidup pada tahun 1995 diperkirakan berjumlah 17,5 juta orang. Bagaimanakah keadaan penyakit kanker pada umumnya di Indonesia? Data Nasional mengenai penyakit kanker yang akurat memang belum kita miliki. Tetapi dari laporan-laporan yang ada, Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik Indonesia, pada pembukaan Se¬minar Pengembangan Pelayanan Paliatif di Rumah Sakit, di Cimacan, Jawa Barat, April 1998, mengatakan bahwa insidens penyakit kanker di Indonesia adalah 0,1% dari penduduk. Lebih dari 50% datang dalam stadium lanjut. Di Rumah Sakit Kanker Nasional Darmais, tercatat 60% dari penderita datang dalam stadium lanjut. Sedangkan angka kematian akibat penyakit kanker 6,5% dari seluruh kematian di Indonesia. Kalau kita lihat hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) beberapa tahun sebelumnya, sudah menunjukkan adanya kenaikan proporsi kematian karena penyakit kanker dari 3,4% pada tahun 1980, meningkat menjadi 4,3% pada tahun 1986. Sehubungan dengan ini disampaikan pula oleh Kepala Direktorat Rumah Sakit Khusus dan Swasta, bahwa peningkatan tersebut merupakan lonjakan yang luar biasa, dimana dalam jangka waktu 10 tahun saja penyakit kanker sebagai penyebab kematian telah naik dari peringkat 12 ke peringkat 6.

Item Type: Other
Additional Information: KK KKA PG.96/10 Ted k
Uncontrolled Keywords: TUMOR
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
R Medicine > RF Otorhinolaryngology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher (Spesialis)
Pidato Guru Besar
Creators:
CreatorsNIM
R. Sunarjadi Tedjawinata, Prof., drUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 15 Sep 2016 02:46
Last Modified: 15 Sep 2016 03:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40176
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item