WAWASAN KESEHATAN HOLISTIK DI KALANGAN MASYARAKAT ILMUWAN

HANAFI MULJOHARDJONO (1998) WAWASAN KESEHATAN HOLISTIK DI KALANGAN MASYARAKAT ILMUWAN. LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS AIRLANGGA. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-grey-2011-muljohardj-14605-pg3310-k.pdf

Download (350kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
395. 40217-ilovepdf-compressed.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Masyarakat Kesehatan kita perlu lebih mengarahkan studinya pada analisis system berbagai masalah kesehatan dan kerumah¬sakitan, sehingga usaha pemerintah untuk rnendorong swasta mengambil oper proses pelayanan kesehatan, dapat berjalan sesuai dengan asas pemerataan pelayanan yang obyektif namun tetap bersifat manusiawi. Dengan metode yang demikian dapat diharapkan penyerapan berbagai perangkat-keras modern, cukup didukung oleh perangkat-lunak yang sudah disesuaikan dengan kondisi masyarakat kita. Untuk negara berkembang seperti Indonesia ini, metode integrasi pelayanan kesehatan mental serta liaison psychiatrique, kiranya merupakan pilihan yang tepat. Hal ini disebabkan oleh sifat motif masyarakat kita dalam masalah ini, sekalipun menurut perhitungan epidemiologik sudah membutuhkan pelayanan kesehatan mental, namun belum merupakan suatu permintaan pelayanan di kalangan masyarakat umum, sehingga manifes dalam adanya berbagai stigmata. Tanpa mengurangi rasa hormat kita kepada berbagai pendekatan dan studi dalam bidang-bidang lain untuk mendukung PJP II, untuk konsep pembangunan masyarakat tertinggal di daerah, dapat lebih digalakkan dengan partisipasi para dokter yang berdedikasi sebagai agent of modernization. Penjabarannya perlu diatur dalam kebijakan yang secara psikologis realistis. Pendekatan demikian selain bertujuan pemerataan pelayanan dan menghindari terjadinya cultural shock, juga dapat dimanfaatkan dalam pengembangan teori kesehatan mental, sosiologis maupun antropologis. Konsep kesehatan mental asli seharusnya dibina secara rasional namun tetap dengan wawasan filsafat asli, dengan berorientasi pada nilai-nilai agama yang sudah ada. Selain hal itu dimaksudkan untuk tujuan kesehatan mental itu sendiri, secara teoritis seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menggali adanya dasar-dasar nilai-nilai perilaku, yang dapat disumbangkan kepada kesejahteraan manusia modern pada umumnya. Untuk itu studi humaniora di Universitas Airlangga, jelas perlu lebih digalakkan lagi.

Item Type: Other
Additional Information: KK KKA PG. 33/10 Mul w
Uncontrolled Keywords: Holistic Health
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF636-637 Applied Psychology
Divisions: Pidato Guru Besar
Creators:
CreatorsNIM
HANAFI MULJOHARDJONOUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 16 Sep 2016 05:09
Last Modified: 09 Jul 2017 18:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40217
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item