ANALISIS PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI SURABAYA TENTANG MASALAH KECACINGAN

Lailatul Muniroh, SKM. and Santi Martini, dr., M.Kes. and Oedojo Soedirham, dr., MPH, MA, Ph.D. and Dini Ririn Andreas, SKM. (2005) ANALISIS PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI SURABAYA TENTANG MASALAH KECACINGAN. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2008-authormuni-7286-lp126_0-n.pdf

Download (516kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-res-2008-authormuni-7288-lp126_08.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Di Indonesia, penyakit cacing merupakan masalah kesehatan masyarakat terbanyak setelah malnutrisi. Kecacingan dapat terjadi pada semua kelompok umur, namun prevalensi dan intensitas tertinggi banyak dijumpai di kalangan anak usia Sekolah Dasar. Infestasi cacing pada manusia dipengaruhi oleh perilaku, lingkungan tempat tinggal, dan manipulasinya terhadap lingkungan. Penyakit cacing banyak ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi dan terutama mengenai kelompok masyarakat dengan higiene dan sanitasi yang kurang. Infestasi cacing pada umumnya menyebar melalui kontaminasi feses pada makanan atau minuman. Di Indonesia, prevalensi penyakit cacing cukup tinggi, yaitu 30,4% untuk cacing Ascaris Lumbricoides 21,25% Trichuris trichiura serta 6,5% Anscylostoma duodenale dan Necalor americanus. Salah satu faktor penting dalam perilaku pencegahan terhadap infestasi cacing adalah faktor pengetahuan, sikap dan tindakan guru sebagai orang tua kedua di Sekolah. Peran guru dalam penyampaian pesan kesehatan ini sangat penting. Usia Sekolah Dasar (SD) merupakan tahapan dalam siklus kehidupan yang sangat strategis sebagai entry point bagi penanaman nilai dan pemahaman yang akan dibawa hingga dewasa. Oleh karena itu pada masa usia inilah perlu dikembangkan suatu metode yang tepat untuk menanarnkan nilai dan pesan kesehatan, Penelitian ini merupakan penelitian survey, yaitu penelitian yang mengambil sampel dart suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Apabila ditinjau dart waktu pelaksanaan, penelitian ini termasuk penelitian cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah semua guru Sekolah Dasar Negeri di Surabaya yang telah ditentukan. Berdasarkan rumus besar sampel, maka didapatkan sampel sebanyak 217 guru SD basil random terhadap populasi. Data ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian sebagai berikut : Sebagian besar responden (38,2%) berumur antara 41 hingga 50 tahun. Untuk tingkat pendidikan responden, sebagian besar (51,6%) berpendidikan sarjana (S1). Pengetahuan tentang masalah kecacingan sebagian besar terkategori cukup pada responden sebesar 79,3%. Sementara sikap responden tentang masalah kecacingan sebagian besar terkategori balk, yaitu sebesar 82,5%. Tidak terdapat hubungan antara umur responden tingkat pengetahuan (p=412), tetapi terdapat hubungan antara umur responden dengan sikap tentang masalah kecacingan (0,019). Demikian juga tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan (p),878) dan sikap tentang masalah kecacingan (p=947). Tingkat pengetahuan dan sikap juga tidak hubungan yang signifikan (p=470). Analisis basil FGD, menunjukkan bahwa rata-rata responden sudah mempunyai tindakan yang positif terhadap pencegahan kecacingan, yaitu dengan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar, mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain, memasak dengan cara yang benar, menjaga kesehatan, mencuci sayur sebelum dimasak, menjaga kebersihan makanan dan minuman, memotong kuku rutin setiap minggu, menjaga kebersihan pakaian, minum obat cacing, buang air besar di WC, memakai alas kaki ketika bermain dan buang air besar, makan makanan yang sudah matang/dimasak dengan benar, tidak bermain di tempat kotor/genangan air. Secara umum guru-guru di SDN lokasi penelitian pernah menyelipkan pesan tentang masalah kesehatan, khususnya masalah kebersihan diri kaitannya dengan penyakit kecacingan, walaupun tidak selalu, hanya sesekali saja. Mengenai program yang ditujukan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit kecacingan, rata-rata di SDN lokasi penelitian pernah dilakukan, mengingat kondisinya memang perlu ada program di daerah tersebut. Akan tetapi banyak juga responden yang belum pernah melakukan program tentang masalah kecacingan, tetapi sudah ada program lainnya seperti : pemberian susu dari pemerintah, imunisasi rutin kerjasama dengan puskesmas, pemeriksaan gigi dan mulut, penyemprotan nyamuk, serta bantuan roti dari Jepang. Semua sekolah tersebut menginginkan ada program tentang masalah kecacingan, baik berupa penyuluhan pencegahan kecacingan, pemeriksaan siswa yang menderita kecacingan, dan pemberian obat cacing. Program dari sekolah sendiri yang ditujukan untuk pencegahan kecacingan, adalah pemeriksaan kuku tiap hari jumat yang dilakukan oleh guru. Sedangkan program hasil kerjasama dengan pihak lain yaitu puskesmas adalah pemberian obat cacing setahun 2 kali pada semua siswa dan pemeriksaan feses pada siswa untuk kemudian diperiksa apakah menderita kecacingan atau tidak. Ternyata masih banyak ditemukan siswa yang mengalami kecacingan. Setelah itu diberikan obat cacing berupa tablet. Pernah juga dilakukan kerjasama dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan Lifebuoy, yaitu penyuluhan dan praktek mengenai menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun setelah bermain dan sebelum makan. Penyuluhan juga pernah dilakukan oleh mahasiswa KKN dan pemberian poster tentang kecacingan, tetapi poster tersebut tidak terawat dan terbengkalai. Dari hasil observasi UKS, diketahui bahwa sebagian besar tidak mempunyai ruangan khusus untuk UKS. Ruang UKS pada umumnya menjadi satu dengan ruang guru, perpustakaan atau koperasi, dan hanya dipisahkan oleh sekat. Bahkan, ada beberapa yang menjadi satu dengan gudang. Kegiatan UKS juga tidak berjalan dengan balk. Obat-obatan dasar tersedia dalam jumlah dan jenis yang terbatas.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK LP 126/08 Ana
Uncontrolled Keywords: MASALAH KECACINGAN
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA604-618 Parks, public baths, public carriers, buildings, etc.
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA643-645 Disease (Communicable and noninfectious) and public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Unair Research > Exacta
Creators:
CreatorsNIM
Lailatul Muniroh, SKM.UNSPECIFIED
Santi Martini, dr., M.Kes.UNSPECIFIED
Oedojo Soedirham, dr., MPH, MA, Ph.D.UNSPECIFIED
Dini Ririn Andreas, SKM.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Elvi Mei Tinasari
Last Modified: 26 Sep 2016 06:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/42718
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item