Penggemukan kambing peranakan etawa menggunakan pakan tanpa hijauan di kabupaten Blitar melalui kegiatan IPTEKDA-LIPI

Dewa Ketut Meles, 2012 (2012) Penggemukan kambing peranakan etawa menggunakan pakan tanpa hijauan di kabupaten Blitar melalui kegiatan IPTEKDA-LIPI. UNIVERSITAS AIRLANGGA. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (COVER)
gdlhub-gdl-res-2013-melesdewak-27456-lp.40-13-p.pdf

Download (533kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kegiatan Iptekda-LIPI ke XV yang dilaksanakan pada UMKM peternakan kambing Aulia Farm, di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar bertujuan untuk meningkatkan SDM dalam usaha penggemukan kambing PE menggunakan pakan tanpa hijauan, dengan mernanfuatkan Jimbah pertanian dan Hrnbah perkebunan untuk rnenekan biaya produksi. Bantuan alih teknologi (BAT) diberikan untuk 5 orang dari UMKM petemakan kambing Aulia Farmyang dipilih rnelalui seleksi berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh pelaksana Iptekda-LIPI di daerah. Pada tahap pertama telah direalisasikan pakan kambing dari limbah perkebunan seperti ampas sawit, ampas tapioka, arnpas jagung, bonggol jagung, bekatul, kulit kopi, kulit kacang yang difennentasi menggunakan mikroba yang berasaJ dari isi rumen sapi dari limbah rumah potong hewan (RPH) untuk 100 ekor kambing selama 4-5 bulan. Teknologi yang diberikan berupa fennentasi dengan menggunakan mikroba yang berasaI dari rumen sapi, pengolahan pakan kambing rnenggunakan bahan baku pakan lokal yang berasal dari limbah perkebunan seperti ampas sawit, ampas tapioka, ampas jagung. bonggol jagung (lirnbah turnpi), ampas kopra, kulit kacang, kulit kopi, kelenteng dan bekatul, molase dan air serta bahan fermentor, serta pencegahan penyakit. Dengan menggunakan pakan limbah perkerbunan yang difennentasi diharapkan pada musim kernarau UMKM peternak kambing dapat melangsungkan usahanya secara berkelanjutan, karena ketersediaan hijauan sudah sernakin berkurang, terlebih pada musim kemarau. Penggunakan pakan lirnbah pertanian dan perkebunan hasil fermentasi disamping kualitas pakan rnenjadi meningkat dan jumlah pakan yang dikonsumsi oleh setiap ekor kambing menjadi berkurang (Iebih efisien) yakni mernbutuhkan pakan sekitar 2 kglekorlhari untuk berat badan 70 kg, sedangkan apabila rnenggunakan pakan hijauan segar dibutuhkan sekitar 10% dari berat badan kambing (kambing yang berat badannya 70 kg mernerlukan sekitar 7 kglekorlhari). Harga pakan kambing hasil fermentasi yang berasaJ dari Iimbah pertanian dan Iirnbah perkebunan tidak lebih dari Rp. 1000,-lkg, sedang hijauan segar berkisar Rp. 500lkg. Sehingga terdapat efisiensi pakan sebesar Rp. 3500-Rp.2000 Rp. ) 500/ekorlhari. Sehingga selama proses penggemukan kambing yang berlangsung 5 bulan menyebabkan efesiensi pakan sebesar 5 x 30 x Rp. 1.500,-Rp. 225.000,-/ekor. Hampir 70% dari biaya produksi daging kambing adalah biaya pakan, oleh karenanya kemampuan UKM dalam mernanfaatkan bahan baku pakan lokal dalam menyusun fonnula pakan kambing tanpa hijauan akan sangat rnenentukan tingkat keuntungan yang diperoleh UKM.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK LP.40/13 Mel p
Uncontrolled Keywords: PENGGEMUKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF380-388 Goats
S Agriculture > SF Animal culture > SF84.82-85.6 Rangelands. Range management. Grazing
Divisions: Unair Research
Creators:
CreatorsNIM
Dewa Ketut Meles, 2012UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorUNIVERSITAS AIRLANGGA, UNIVERSITAS AIRLANGGAUNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 15 Sep 2016 05:21
Last Modified: 15 Sep 2016 05:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/43164
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item