ISKANDAR OCTOVIAN, 040510212 (2010) PERAN PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI DASAR PENILAIAN KINERJA PADA RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA JEMURSARI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-octovianis-15511-a28410-k.pdf Download (381kB) | Preview |
|
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-octovianis-12878-kkbkk2-p.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Perusahaan memerlukan seorang pemimpin yang handal dalam menjalankan kegiatan usahanya. Pemimpin yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi secara keseluruhan untuk memudahkan tercapainya visi, misi, serta tujuan perusahaan. Namun semakin hari semakin banyak aktivitas yang dilakukan dan permasalahan yang dihadapi perusahaan. Oleh karena itu, pemimpin perusahaan perlu membuat struktur organisasi untuk dapat mendistribusikan wewenang dan tanggung jawabnya terhadap bawahan. Pendistribusian wewenang dan tanggung jawab harus diikuti oleh suatu tanggung jawab untuk melaporkan hasilnya kepada pemimpin. Akuntansi pertanggungjawaban merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mengukur kinerja dari apa yang dihasilkan oleh setiap pusat pertanggungjawaban dan membandingkan antara hasil yang telah dicapai dengan anggaran yang telah ditentukan oleh organisasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data yang dibutuhkan meliputi data kualitatif dan data kuantitatif periode tahun 2009. Data-data yang diperoleh tersebut diolah berdasarkan elemen-elemen yang terdapat dalam akuntansi pertanggungjawaban pada Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari sebagai dasar dalam penilaian kinerja manajer pusat pertanggungjawaban. Hasil analisis menunujukkan bahwa akuntansi pertanggungjawaban telah diterapkan pada Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari. Hal ini dapat dibuktikan dengan sudah adanya struktur organisasi pada masing-masing departemen serta adanya pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari atasan kepada bawahannya. Penyusunan anggaran juga telah melibatkan partisipasi aktif dari tiap jenjang karyawannya. Walaupun demikian, pada Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari masih belum mengadakan pemisahan antara biaya terkendali dan biaya tidak terkendali. Hal ini mengakibatkan pihak manajemen masih belum dapat sepenuhnya meminta pertanggungjawaban penuh terhadap masing-masing manajer. Penyusunan laporan pertanggungjawaban disusun setiap bulan sekali oleh masingmasing departemen sebagai bentuk pertanggungjawaban dengan membandingkan antara anggaran yang telah ditetapkan dengan realisasinya dalam melakukan efisiensi biaya yang digunakan untuk mengukur kinerja manajer pusat pertanggungjawaban tersebut.
Actions (login required)
View Item |