Mirni Lamid, Prof.,Dr.,drh.,M.P.
(2016)
Peran Bioteknologi Pakan Ternak Terhadap Pertambahan Berat Badan Sapi Sebagai Upaya Pemenuhan Konsumsi Daging Nasional: Pidato Disampaikan pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Makanan Ternak pada Fakultas Kedokteran Hewan Unair, di Surabaya pada Hari Sabtu Tanggal 10 Desember 2016.
[Pidato Guru Besar]
(Unpublished)
Abstract
Sektor peternakan memang sejak awal perkembangannya
tumbuh dan berkembang karena merespons tingginya permintaan
daging, telur, susu, dan produk berkualitas lainnya, suatu
pergeseran sangat substansial dari pangan berbasis karbohidrat
menjadi berbasis protein dan kandungan nutrisi tinggi.
Ketersediaan daging sapi mempunyai kontribusi yang cukup
besar terhadap kebutuhan konsumsi protein hewani penduduk
Indonesia. Protein hewani memiliki manfaat yang cukup besar
dalam membangun ketahanan pangan maupun menciptakan SDM
yang sehat dan cerdas. UNICEF mengakui bahwa perbaikan gizi
yang didasarkan pada pemenuhan kebutuhan protein memiliki
kontribusi sekitar 50% dalam pertumbuhan ekonomi negaranegara
maju. Protein dapat diperoleh dari hewan dan tumbuhtumbuhan.
Kandungan gizi yang dimiliki protein hewani, baik
telur maupun daging lebih tinggi dibandingkan makanan yang
paling digemari masyarakat Indonesia, yaitu tempe dan tahu.
Konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia, semakin
hari semakin meningkat. Konsumen mulai memperhatikan
kualitas protein hewani yang dikonsumsinya. Kualitas protein
hewani sangat ditentukan oleh nutrisi pakan yang diberikan
kepada ternak. Fungsi pakan menjadi sangat penting dalam
memelihara kesehatan, daya tahan tubuh bagi ternak, sehingga
ternak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan. Produk pangan
hewani umumnya berupa daging, susu, telur dan ikan yang sangat
kaya protein. Protein ini juga sangat kaya asam amino esensial
yang sangat sesuai dengan kebutuhan manusia.
Actions (login required)
 |
View Item |