Assessment of Subclinical Coronary Artery Disease

Johanes Nugroho (2007) Assessment of Subclinical Coronary Artery Disease. In: PKB Kardiologi IX Problem Solving in Cardiovascular Disease: Prevention to Intervention. Departemen-SMF Penyakit Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK Unair, Surabaya, pp. 88-93.

[img] Text (Fulltext)
Karil12.Assesment-ok.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (peerreview)
peerreview12.AssessmentOf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

CT cardiac pada akhir-akhir ini mendapat perhatian yang banyak karena bermanfaat sebagai identifikasi adanya kalsium pada koroner, plak koroner dengan non kalsifikasi atau kalsifikasi serta penentuan derajat stenosis pada lumen pemburuh darah koroner. Peningkatan perhatian terhadap alat MSCT ini karena kecenderungan peningkatatan jumlah penderita penyakit jantung koroner dan menyebabkan permasalahan pada setiap negara atau populasi di dunia sebagai penyebab kematian utama. Seringkali proses atherosclerosis tidak disadari oleh para penderita penyakit jantung koroner atau kondisi demikian disebut sebagai kondisisi PJK subklinis. Akan tetapi proses lanjut dari perkembangan atherosclerosis dapat mengakibatkan stenosis yang memberat atau terjadi ruptur yang berakibat sebagai sindroma koroner akut. Sindroma koroner akut merupakan kondisi yang fatal dan dapat menyebabkan kematian mendadak. Pada penderita asimptomatik seringkali tidak terdeteksi karena tidak melakukan pemeriksaan untuk mengetahui atherosclerosis pada koroner. pada saat ini terdapat beberapa kriteria untuk menentukan resiko penyakit jantung koroner. Penentuan dengan menggunakan skor faktor resiko konvensional dapat menentukan tingkat resiko akan tetapi penentuan dengan menggunakan skor telsebut saja sebagai prognostik masih memberikan keterbatasan. pada akhir-akhir ini banyak penelitian mengevaluasi atherosclerosis koroner dengan menggunakan alat CT scan. Alat tersebut dapat menentukan coronary calcium score (CCS). Dengan menentukan derajat CCS maka dapat dikorelasikan terhadap berat atherosklerosis di pembuluh darah koroner dan resiko terhadap serangan jantung koroner. Pemeriksaan dengan qunakan MSCT(CT angiography) adalah prosedur non invasive yang dapat dilakukan pada nenderita rawat jalan. proses scaning dengan menggunakan MSCT 64 slices dilakukan dengan waktu lebih cepat demikian pula pada proses rekonstruksi. Hasil CT angiography (CTA) akan dapat menentukan derajat stenosis atherosclerosis dan jenis plak pada koroner. Walaupun demikian pada saat ini rekomendasi terhadap pemeriksaan MSCT pada subklinis PJK dilakukan pada populasi dengan derajat resiko intermediet.

Item Type: Book Section
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Jantung
Creators:
CreatorsNIM
Johanes NugrohoUNSPECIFIED
Depositing User: Bayu Yulianti
Date Deposited: 07 Sep 2017 20:53
Last Modified: 07 Sep 2017 20:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61344
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item