Wewenang Kementerian Perdagangan terhadap Impor Beras menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan

Kristi Fosa Akwila (2020) Wewenang Kementerian Perdagangan terhadap Impor Beras menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf

Download (607kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf

Download (235kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI .pdf

Download (270kB)
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (306kB)
[img] Text (BAB II KEABSAHAN WEWENANG...)
5. BAB II KEABSAHAN WEWENANG KEMENTERIAN... .pdf
Restricted to Registered users only until 6 August 2023.

Download (274kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III PERTANGGUNGJAWABAN KEMENTERIAN...)
6. BAB III PERTANGGUNGJAWABAN KEMENTERIAN PERDAGANGAN....pdf
Restricted to Registered users only until 6 August 2023.

Download (230kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV PENUTUP)
7. BAB IV PENUTUP .pdf
Restricted to Registered users only until 6 August 2023.

Download (89kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR BACAAN)
8. DAFTAR BACAAN.pdf

Download (150kB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan dari penelitian yang berjudul Wewenang Kementerian Perdagangan Terhadap Impor Beras Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan yaitu, pertama untuk menganalisa Kebasahan Wewenang Kementerian Perdagangan Dalam Impor Beras, kedua untuk menganalisa Tanggung jawab Kementerian Perdagangan Dalam Impor Beras. Metode penelitian yang digunakan dalam tesis ini menggunakan metode penelitian Hukum Normatif yang merupakan penelitian kepustakaan, yaitu penelitian terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur yang berkaitan dengan materi dan isu hukum yang dibahas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pertama: Di Indonesia kebijakan impor beras dimungkinkan dengan adanya Undang-undang Nomo 18 Tahun 2012 tentang Pangan pasal 14 yang menyatakan dalam hal sumber penyediaan pangan yang berasal dari produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional belum mencukupi, pangan dapat dipenuhi dengan impor pangan sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya dalam Pasal 36 menyebutkan pula kecukupan produksi pangan pokok dalam negeri dan cadangan pangan pemerintah ditetapkan oleh Menteri atau lembaga pemerintah di bidang pangan, hal ini pula yang menjadi landasan yuridis terkait kewenangan kementerian perdangan dalam melakukan impor beras. Kedua: Sesuai dengan prinsip “geen bevoegdheid zonder verantwoordelijkheid” yakni tidak ada kewenangan tanpa pertanggungjawaban maka setiap penggunaan wewenang oleh pejabat selalu disertai dengan tanggung jawab. Karena wewenang melekat pada jabatan, namun dalam implementasinya dijalankan oleh manusia selaku wakil atau fungsionaris jabatan, maka pertanggungjawabannya dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu: (1) sebagai tanggungjawab jabatan, dan (2) sebagai tanggungjawab pribadi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TH 34/20 Akw w
Uncontrolled Keywords: Authority, Rice Import, Responsibilitiy
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3840-4375 Regulation of industry, trade, and commerce. Occupational law > K3941-3974 Trade and commerce
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsNIM
Kristi Fosa AkwilaNIM031814153086
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorTatiek Sri DjatmiatiNIDN0006035004
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 06 Aug 2020 07:02
Last Modified: 10 Aug 2020 17:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/96708
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item