PENGARUH SEDIAAN SUSPENSI ANTASIDA Al(OH)3 DAN Mg(OH)2 TERHADAP ABSORPSI SIPROFLOKSASIN HC1 ORAL MENGGUNAKAN DATA DARAH KELINCI

Nunik Wahyuni, FF (2008) PENGARUH SEDIAAN SUSPENSI ANTASIDA Al(OH)3 DAN Mg(OH)2 TERHADAP ABSORPSI SIPROFLOKSASIN HC1 ORAL MENGGUNAKAN DATA DARAH KELINCI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-wahyuninun-14678-kkbkk-2-p.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Antibiotika golongan fluorokuinolon merupakan salah satu antibiotika yang banyak digunakan. Keunggulan ini adalah spektrum kerja yang lebih luas, bioavailabilitas, dan penetrasi ke jaringan yang baik serta waktu paruh yang panjang. Siprofloksasin merupakan salah satu contoh antibiotika golongan fluorokuinolon. Dalam penggunaannya, siprofloksasin sering digunakan dalam terapi kombinasi dengan obat-obat lain, misalnya antasida yang mengandung A1(OH)3 dan Mg(OH)2. Pemakaian siprofloksasin dalam terapi kombinasi dengan antasida menyebabkan terjadinya interaksi. Terjadi pembentukan kompleks antara A13+ dan Mgt+, yang terdapat dalam antasida, dengan gugus 4-okso dan karkoksilat dalam struktur siprofloksasin. Kompleks yang terbentuk tidak larut dalam cairan saluran cerna sehingga menyebabkan terjadinya penurunan absorpsi siprofloksasin sehingga menurunkan bioavailabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan suspensi antasida yang mengandung Al(OH)3 dan Mg(OH)2 terhadap absorpsi siprofloksasin. Parameter absorpsi yang akan ditentukan dalam penelitian ini, meliputi Cmaks, tmaks, dan AUC, yang menunjukkan ketersediaan siprofloksasin di dalam darah. Pada penelitian ini digunakan serbuk siprofloksasin HCl dan sediaan suspensi antasida yang mengandung Al(OH)3 dan Mg(OH)2. Sebanyak 12 ekor kelinci penelitian akan dibagi menjadi dua kelompok (Kelompok A dan B, masing-masing 6 kelinci). Setiap kelompok dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Pada Kelompok A, setiap kelinci akan mendapatkan perlakuan berupa pemberian sediaan antasida bersamaan dengan siprofloksasin. Sedangkan pada kelompok B, sediaan antasida diberikan dua jam setelah pemberian siprofloksasin. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model cross over, single blind. Washing period atau periode pembersihan obat selama 7 hari untuk menjamin obat tereliminasi sempuma dari tubuh kelinci. Metode analisis yang digunakan untuk menentukan kadar siprofloksasin dalam plasma kelinci adalah metode spektrofluorometri. Sebuah metode analisis yang sederhana, mudah dilakukan, lebih cepat, hemat, reprodusibel, serta memiliki tingkat kepekaan yang cukup tinggi. Prinsip dasar metode tersebut adalah pembentukan kelat antara antibiotika kuinolon dengan senyawa logam, molybdenum, sehingga dapat dihasilkan kelat fluoresen yang kemudian dapat diamati dengan spektrofluorometer. Panjang gelombang eksitasi dan emisi siprofloksasin yang berhasil ditetapkan dengan spektrofluorometer pada penelitian ini adalah 279 nm dan 445 nm. Pada panjang gelombang tersebut proses validasi metode dilakukan. Parameter validasi yang ditetapkan dalam penelitian ini meliputi linearitas, presisi, LOD/LOQ, dan akurasi. Pada penentuan linearitas terbukti adanya hubungan antara peningkatan kadar larutan baku kerja siprofloksasin HC1 dengan intensitas yang terbaca pada spektrofluorometer, hal ini dapat dilihat dari persamaan regresi y = 5,6196x - 0,3866, dengan koefisien korelasi (r tit,mg) sebesar 0,9979 (r tabei = 0,6660, dengan df = 7; a = 0,05). Hasil tersebut memenuhi persyaratan r},;t„t,g > rtabel. Pada penentuan presisi diperoleh harga %KV sebesar 0,53 + 0,185, yang juga memenuhi persyaratan KV < 10%. Penentuan akurasi dilakukan dengan menetapkan kembali kadar siprofloksasin yang dapat diperoleh kembali dari matriks plasma. Prosen recovery yang diperoleh adalah 86,37 + 14,48 %, memenuhi persyaratan rentang % recovery yaitu 70 -130 %. LOD dan LOQ yang berhasil ditentukan adalah sebesar 0,0060 pg/ml dan 0,0182 pg/ml. Penentuan kadar siprofloksasin dalam sampel plasma kelinci dilakukan setelah proses validasi metode. Melalui metode analisis ini, berhasil ditentukan parameter absorpsi siprofloksasin oral pada kelinci. Pada kelompok A secara berturut-turut rata-rata nilai Cmaks, tmaks, dan AUCo-300 adalah sebesar 1,27 + 0,45 µg/ml, 110 + 48,99 menit, dan 248,63 + 94,77 pg.menit/ml. Pada kelompok B, didapatkan rata-rata nilai Cmak,, tmaks, dan AUC0_300 sebesar 1,37 + 0,65 gg/ml, 75 ± 36,74 menit, dan 245,09 ± 100,46 gg.menit/ml. Pemberian sediaan suspensi antasida memberikan pengaruh terhadap absorpsi siprofloksasin. Terjadi penurunan bioavalabilitas siprofloksasin pada kelompok perlakuan A dan B dibandingkan dengan kelompok kontrolnya. Pada kelompok A, rata-rata penurunan bioavailabilitas (AUCo-300) siprofloksasin sebesar 27,06 + 16,70 %, dengan AUCo-300 kontrol sebesar 248,63 ± 94,77 gg.menitlml dan AUCo.300 perlakuan sebesar 188,23 + 99,83 gg.menitlml. Sedangkan pada kelompok B, rata-rata penurunan bioavailabilitas siprofloksasin sebesar 8,77 + 6,97 %, dengan AUC0.300 kontrol sebesar 245,09 + 100,46 µg.menit/ml dan AUCo..300 perlakuan sebesar 224,35 + 93,92 µg.menit/ml. Analisis statistika paired t-test (a = 0,05) terhadap perubahan nilai AUC siprofloksasin pada setiap kelompok perlakuan membuktikan bahwa pemberian sediaan suspensi antasida memberikan perubahan yang bermakna terhadap bioavailabilitas siprofloksasin. Analisis statistika juga dilakukan antar kelompok perlakuan, yaitu menggunakan independent t-tes t (a. = 0,05). Hasil analisis statistika membuktikan bahwa pemberian sediaan suspensi antasida bersamaan dengan siprofloksasin dan 2 jam setelah siprofloksasin memberikan perbedaan yang bermakna terhadap nilai AUC siprofloksasin. Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan ini, maka pemakaian siprofloksasin dengan antasida seharusnya diberi selang waktu setidaknya 2 jam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 190-10 Wah p (Fulltext tidak tersedia/Fulltext not available)
Uncontrolled Keywords: ANTIBIOTICS; DRUG UTILIZATION
Subjects: R Medicine
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM300-666 Drugs and their actions
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Klinis
Creators:
CreatorsNIM
Nunik Wahyuni, FFUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorToetik Aryani, Dra., Apt., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 31 Mar 2011 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 06:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9898
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item