Laurensia Nindi Putri Pamungkas
(2022)
Tahap Pembuatan Kombinasi Clear Retainer dan Space Maintainer dengan Penambahan Anasir Gigi.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Fulltext)
151910513040_PX87-tDYGTo6UL3vuEPdCOQHtSVt-X.pdf
Download (942kB)
|
Abstract
Latar Belakang : Pergerakan gigi yang disebabkan oleh perawatan ortodonti menyebabkan jaringan periodontal harus menyesuaikan (reorganisasi) agar gigi dapat stabil sehingga posisi hasil perawatan tidak berubah. Perawatan ortodonti memiliki resiko dan komplikasi, seperti perubahan warna gigi, resorpsi akar, gangguan psikologis, alergi dan komplikasi periodontal hingga menyebabkan gigi tanggal. Setelah perawatan ortodonti selesai dilakukan, pasien harus memenjalani fase retensi untuk menstabilkan dan mempertahankan posisi gigi selama reorganisasi struktur pendukung. Ada banyak piranti retensi yang dapat digunakan selama fase retensi, penggunaan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien. Penggunaan piranti retensi dapat dilakukan selama minimal 9 bulan.Ada banyak macam piranti yang dapat digunakan dlaam fase retensi sepertiSpace maintainerdan clear retainer. Kedua alat ini dpaat dikombinasi agar keberhasilan perawatan dapat dicapai dengan baik. Tujuan : Untuk mengetahui prosedur pembuatan space maintainer yang diaplikasikan pada clear retainer. Kasus : menerima perintah kerja untuk dibuatkan kombinasi clear retainer&space maintainer, agar posisi gigi tidak berubah karena didapati adanya gigi yang tanggal. Kesimpulan : Prosedur laboratorium pembuatan kombinasi clear retainerdanspace maintainer dengan penambahan anasir gigi adalah trimming model, mempersiapkan model, membuka servikal gigi, penambahan anasir gigi, persipan mesin vacuum, proses pemanasan thermoplastic, Proses vacuum, merapikan model kerja yang telah tercetak atau finishing clear retainer.
Actions (login required)
 |
View Item |