DEVY ROSYTA CHOIRUNNISA, - (2024) PENANGANAN PENYAKIT OTITIS EKSTERNA AKIBAT TUNGAU Otodectes cynotis PADA KUCING DI KLINIK HEWAN GRAND VET CARE KABUPATEN SIDOARJO. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (FULLTEXT)
152111213011.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (233kB) |
Abstract
Kucing merupakan salah satu hewan kesayangan yang banyak dipelihara oleh masyarakat. Dalam pemeliharaannya terdapat dua aspek penting yang saling berhubungan untuk menciptakan hewan yang sehat, dua aspek tersbut adalah aspek kebersihan dan aspek kesehatan. Kucing juga termasuk hewan yang mudah terserang penyakit, salah satu penyakit yang sering menginfeksi kucing adalah Otitis. Otitis merupakan peradangan yang terjadi pada saluran telinga. Salah satu macam dari otitis adalah otitis eksterna, otitis eksterna adalah penyakit peradangan pada saluran telinga eksternal yang sering terjadi pada kucing, terutama disebabkan oleh tungau Otodectes cynotis. Tungau Otodectes cynotis dapat ditemukan pada saluran telinga kucing. Penelitian ini dilakukan di Klinik Hewan Grand Vet Care Kabupaten Sidoarjo untuk mengetahui penanganan penyakit otitis eksterna pada kucing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gejala klinis, pencegahan, dan langkah-langkah penanganan yang efektif terhadap penyakit ini. Metode yang digunakan dalam pengamatan ini yaitu pengamatan secara langsung terhadap pasien kucing yang berobat ke klinik dan didiagnosa mengalami otitis eksterna, serta menggunakan keterangan dari pemilik hewan dan anamnesa dari pasien sebagai data pendukung. Gejala klinis yang umum ditemukan meliputi keluarnya cairan berwarna kuning muda yang mengkeju dari telinga, kulit telinga yang merah dan menebal, serta perilaku kucing yang sering menggelengkan kepala dan menggaruk telinga. Diagnostik dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan mikroskopis untuk mendeteksi keberadaan tungau Otodectes cynotis. Penanganan yang diberikan meliputi pembersihan telinga secara rutin, penggunaan obat antinyeri, pemberian antibiotik jika terjadi infeksi sekunder, serta pemberian multivitamin untuk mendukung proses penyembuhan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penanganan yang tepat, kondisi kucing dapat membaik dalam waktu beberapa hari. Peningkatan kesehatan kucing juga bergantung pada kebersihan lingkungan dan pemeliharaan rutin oleh pemilik. Studi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi dokter hewan dan pemilik kucing dalam menangani otitis eksterna akibat tungau Otodectes cynotis dengan lebih efektif.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kucing, Telinga Kucing, Otitis Eksterna, Otodectes cynotis | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine | ||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Ny Wahyuni - | ||||||
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 05:16 | ||||||
| Last Modified: | 23 Dec 2025 05:16 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139980 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


