Rizkyka Lintang Puntadewa, - (2022) Pengaruh Irama Sirkadian Dan Suplemen Melatonin Terhadap Kadar IL-1?, IL-6, DAN IL-17 Sebagai Indikator Diabetes Melitus Tikus Wistar. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021811133087_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
021811133087_BAB I.pdf Download (905kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021811133087_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
"Latar Belakang: Prevalensi diabetes melitus di dunia mencapai 6,9% pada tahun 2019 dan di Indonesia mencapai 8,5% pada tahun 2018. Faktor pendukung diabetes melitus adalah gangguan kinerja irama sirkadian. Gangguan irama sirkadian biasa dialami oleh pekerja shift. IL-1?, IL-6, dan IL-17 dihasilkan Advanced Glycation End-products (AGEs) yang berikatan dengan reseptor RAGE. AGEs merupakan kelompok senyawa teroksidasi yang berperan dalam perkembangan penyakit diabetes melitus. Peneliti ingin membuktikan bahwa penurunan produksi melatonin akibat gangguan irama sirkadian dapat ditanggulangi dengan suplemen melatonin sehingga tidak terjadi peningkatan kadar IL-1?, IL-6, dan IL-17. Tujuan: Membuktikan pengaruh irama sirkadian dan suplemen melatonin terhadap IL-1?, IL-6, dan IL-17, sebagai indikator diabetes melitus tikus wistar. Metode: Penelitian ini dilakukan pada tikus wistar jantan yang diberi perlakuan irama sirkadian dan suplemen melatonin peningkatan kadar glukosa makanan kemudian dilakukan pengukuran gula darah dan pengambilan darah dari jantung untuk mengukur kadar IL-1?, IL-6, dan IL-17 menggunakan ELISA. Hasil: terdapat penurunan glukosa darah secara signifikan pada ketiga kelompok pada minggu ke-9. Pada uji korelasi tidak didapatkan hubungan signifikan dengan korelasi sedang interleukin 1? dan kadar glukosa darah tikus (r = 0,403; p = 0,122), tidak terdapat hubungan signifikan dan tidak ada korelasi interleukin 6 dan kadar glukosa darah tikus (r = 0,134; p = 0,620), terdapat hubungan signifikan dengan korelasi yang lemah interleukin 17 dan kadar glukosa darah tikus (r = 0,309; p = 0,245). Simpulan: Irama sirkadian dan suplemen melatonin tidak mempengaruhi kadar IL-1?, IL-6, dan IL-17, sebagai indikator diabetes melitus tikus wistar. "
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG.61-22 RIZ p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Irama sirkadian, diabetes melitus, interleukin 1?, interleukin 6, interleukin 17 | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 11 May 2026 01:54 | |||||||||
| Last Modified: | 11 May 2026 01:54 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140799 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


