FAKTOR RISIKO STUNTING DILIHAT DARI ASI EKSKLUSIF, PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DAN HYGIENE SANITASI KELUARGA PADA ANAK USIA 6-36 BULAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOARJO

RAFI' KUNTI IMAMATURRODIYAH (2022) FAKTOR RISIKO STUNTING DILIHAT DARI ASI EKSKLUSIF, PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DAN HYGIENE SANITASI KELUARGA PADA ANAK USIA 6-36 BULAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOARJO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
101611233054_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (305kB)
[img] Text (BAB I)
101611233054_BAB I.pdf

Download (57kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101611233054_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita ditandai dengan tinggi badan anak rendah disebabkan faktor risiko secara langsung maupun tidak langsung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara riwayat pemberian ASI Eksklusif, Pemberian MP-ASI dan Hygiene sanitasi pada keluarga dengan kejadian stunting pada balita diwilayah kerja Puskesmas Sidoarjo (Desa Sidokare, Sidokumpul, dan Kemiri) Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian case control. Besar sampel yang digunakan sebanyak 90 balita berusia 6 – 36 bulan. Sampel terdiri dari sampel kasus 45 balita yang mengalami stunting dan sampel kontrol 45 balita tidak mengalami stunting. Variabel dependen adalah kejadian stunting dan variabel independen merupakan MP-ASI, ASI eksklusif dan Hygiene sanitasi. Hubungan stunting dengan variabel penelitian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting adalah riwayat pemberian ASI eksklusif (p<0,05;OR=0,12) dan hygiene sanitasi (p<0,05;OR=22,48). Riwayat pemberian ASI 0,12 kali lebih beresiko dan hygiene sanitasi 22,48 kali lebih beresiko mengalami stunting. Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting yaitu MP-ASI yang terdiri dari usia pertama pemberian MP-ASI (p=0,180), variasi MP-ASI (p=0,245), tekstur MP-ASI (p=0,270), frekuensi MP-ASI (p=0,830), porsi MP-ASI (p=0,354). Selain itu asupan gizi yang terdiri dari energi (p=0,777), karbohidrat (p=0,111), lemak (p=0,201), zat besi (p=0,827) dan seng (0,613). Kesimpulan penelitian ini, faktor risiko kejadian stunting yaitu riwayat ASI Eksklusif dan hygiene sanitasi. Sedangkan untuk MP-ASI dan asupan gizi bukan faktor risiko kejadian stunting pada balita Desa Sidokare, Sidokumpul dan Kemiri. Saran untuk Ibu atau pengasuh diharapkan memerhatikan pertumbuhan dan perkembangan status kesehatan balita, rutin mengikuti kegiatan posyandu, penyuluhan dan menerapkan pola asuh yang baik serta membiasakan menjaga hygiene sanitasi pada lingkungan keluarga. Selain itu tenaga kesahatan turut mendukung dengan pemberian program penyuluhan terkait pertumbuhan perkembangan balita, asupan makanan balita dan program hygiene sanitasi keluarga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM.G 25 - 23 Raf f
Uncontrolled Keywords: stunting, exclusive breastfeeding, complementary feeding, sanitation hygiene
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA601-602 Food and food supply in relation to public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi
Creators:
CreatorsNIM
RAFI' KUNTI IMAMATURRODIYAHNIM101611233054
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSRI SUMARMINIDN196806251992032002
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 13 May 2026 04:12
Last Modified: 13 May 2026 04:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140938
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item