PATRICIA JESSICA DAMAYANTI, - (2022) Peningkatan Kadar NaCl melalui Rekristalisasi dengan Penambahan NaOH pada Garam Tradisional dari Media Kultur Artemia. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (165kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (39kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
"Indonesia hingga saat ini masih melakukan impor garam untuk memenuhi kebutuhan garam, terutama garam industri. Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya kualitas garam tradisional yang dihasilkan oleh petani garam. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir impor garam adalah dengan meningkatkan kualitas garam. Secara kimia, kualitas garam ditentukan oleh kadar NaCl di dalamnya. Kultur Artemia pada lahan penggaraman diketahui mampu mengurangi kadar zat pengotor berupa Ca dan Mg, sehingga kualitas garam yang dihasilkan akan lebih meningkat. Artemia dapat menghasilkan kista pada salinitas 90-200 ppt. Akan tetapi pada prakteknya, kultur Artemia pada lahan penggaraman belum mampu meningkatkan kualitas garam hingga memenuhi standar, sehingga dibutuhkan pemurnian lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas garam. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memurnikan garam, salah satunya adalah melalui proses rekristalisasi dengan penambahan bahan kimia, yakni NaOH. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah penambahan NaOH mampu meningkatkan kadar NaCl pada garam tradisional dari media kultur Artemia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Prosedur kerja dalam penelititan ini meliputi persiapan alat bahan dan proses pemurnian dan rekristalisasi garam NaCl, sementara parameter dalam penelitian ini adalah karakterisasi awal dan akhir sampel garam meliputi uji kadar air, uji kadar bagian tidak larut air, uji kadar zat pengotor, dan uji kadar NaCl pada garam tradisional dari media kultur Artemia dengan salinitas 95 ppt dan 140 ppt. Data uji kadar air, uji kadar bagian tidak larut air, dan uji kadar NaCl yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan uji Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dan apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Data yang diperoleh juga dibandingkan dengan SNI 8207 : 2016 tentang garam industri aneka pangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan NaOH pada proses pemurnian dengan metode rekristalisasi pada garam tradisional dari media kultur Artemia mampu meningkatkan kadar NaCl hingga mencapai SNI 8207 : 2016 dengan standar untuk kadar NaCl minimal 97%. Garam tradisional dari media kultur Artemia dengan salinitas 95 ppt mencapai hasil sesuai standar dengan penambahan 9 ml NaOH 4N yakni 97,18% dan garam tradisional dari media kultur Artemia dengan salinitas 140 ppt telah mencapai hasil sesuai standar dengan penambahan 6 ml NaOH 4N yakni 97,29%."
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FPK.THP 18 - 23 Pat p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Traditional Salt, NaOH, NaCl, Impurities, Recrystalization | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling | ||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 20 May 2026 05:18 | ||||||
| Last Modified: | 20 May 2026 05:18 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141185 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


