Gambaran Pasien Ruang Observasi Intensif Dengan Infeksi Bakteri Penghasil ESBL Di RSUD Dr. Soetomo Periode 2019-2020 Beserta Hasil Pemeriksaan Mikrobiologis Dan Pola Resistensi

Ghivari Zuhal Fahmi, - (2022) Gambaran Pasien Ruang Observasi Intensif Dengan Infeksi Bakteri Penghasil ESBL Di RSUD Dr. Soetomo Periode 2019-2020 Beserta Hasil Pemeriksaan Mikrobiologis Dan Pola Resistensi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011811133096_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (392kB)
[img] Text (BAB I)
011811133096_BAB I.pdf

Download (348kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011811133096_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (770kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak terkendali sejak penemuannya menyebabkan terbentuknya spesies bakteri yang resisten terhadap antibiotik. ESBL merupakan mekanisme resistensi antibiotik dari bakteri gram negatif yang menyebabkan resistensi terhadap antibiotik beta-laktam. Infeksi oleh bakteri penghasil ESBL terus meningkat di seluruh dunia dan menyebabkan peningkatan biaya perawatan di rumah sakit. Indonesia merupakan negara dengan data yang terbatas mengenai infeksi oleh bakteri resisten antibiotik. Maka dari itu penelitian mengenai gambaran pasien ruang observasi intensif dengan infeksi bakteri penghasil ESBL perlu untuk diteliti lebih lanjut. METODE Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan populasi penelitian seluruh data pasien Ruang Observasi Intensif RSUD Dr. Soetomo periode 2019-2020 yang memiliki hasil kultur positif bakteri penghasil ESBL. Sampel penelitian ini dilakukan secara total sampling yakni teknik pengambilan semua sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel penelitian ini adalah usia pasien, jenis kelamin pasien, alat invasif pada pasien, Jenis Sampel dari Pasien, Spesies bakteri, dan Pola Resistensi Antibiotik. HASIL Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 81 sampel pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan 10 pasien dilakukan pengambilan kultur lebih dari satu kali sehingga didapatkan 91 sampel kultur bakteri. Dari hasil karakteristik pasien didapatkan usia pasien didominasi oleh kelompok usia 18-60 tahun sebanyak 51 pasien (63%), jenis kelamin pasien didominasi oleh jenis kelamin laki-laki sebanyak 47 pasien (58%), dan diagnosis pasien terbanyak adalah apendisitis sebanyak 11 pasien (13,6%). Data alat invasif didapatkan bahwa ventilator dan selang nutrisi merupakan alat invasif yang paling banyak terpasang pada pasien Ruang Observasi Intensif RSUD Dr. Soetomo periode 2019-2020 dengan infeksi bakteri penghasil ESBL yakni masing-masing sebanyak 67 pasien (82,7%). Data mikrobiologis pasien didapatkan sampel terbanyak adalah pus sebanyak 23 pasien. Spesies bakteri terbanyak adalah E. coli dengan 51 hasil kultur, dan Amikasin adalah antibiotik dengan resistensi terendah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D.151_22 Ghi g
Uncontrolled Keywords: Gambaran, ESBL, Ruang Observasi Intensif, Pola Resistensi
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
Ghivari Zuhal Fahmi, -NIM011811133096
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorPRANANDA SURYA AIRLANGGA, -NIDN0023047608
Thesis advisorJUNIASTUTI, -NIDN0024067104
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 22 May 2026 06:47
Last Modified: 22 May 2026 06:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141406
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item