ANANDA PERMATA FITRI (2022) Pengaruh PVP K-30 Terhadap Kelarutan Ekstrak Etanol 70% Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) Dalam Sistem Dispersi Padat Dengan Bahan Pengisi Maltodekstrin. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
051811133223_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
05181113323_BAB I.pdf Download (510kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
051811133223_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Produk fitofarmaka mengandung bahan aktif multikomponen, seperti ekstrak atau fraksi. Dalam ekstrak atau fraksi, berbagai senyawa memiliki kepolaran yang berbeda mulai dari senyawa non polar hingga senyawa polar. Senyawa non polar memiliki masalah dalam hal kelarutannya karena akan mempengaruhi penyerapan obat oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kelarutan sistem dispersi padat ekstrak rimpang kunyit dalam air dengan perbandingan PVP K-30 yang berbeda. Penelitian ini menggunakan teknik dispersi padat untuk meningkatkan kelarutan ekstrak etanol 70% rimpang kunyit dalam air. Pembawa yang digunakan adalah pembawa generasi kedua yaitu PVP K-30, dengan bahan pengisi maltodekstrin. Pada penelitian ini dibuat tujuh formula dengan komposisi ekstrak : PVP K-30 : maltodekstrin masing-masing F I (1:30:0), F II (1:25:5), F III (1:20:10), F IV (1:15:15), F V (1:10:20), F VI (1:5:25), dan F VII (1:0:30). Uji kelarutan dilakukan dengan parameter besar persentase berat terlarut dengan menentukan total padatan terlarut dalam air dengan perbandingan menurut klasifikasi kelarutannya yaitu 1:5, 1:10, 1:15, 1:20 , 1:25, dan 1:30. Hasil uji kelarutan menunjukkan bahwa formula I termasuk dalam kategori larut dengan kelarutan 100% (perbandingan 1:5), formula II termasuk dalam kategori larut dengan kelarutan 100% (perbandingan 1:15), formula III termasuk dalam kategori larut dengan kelarutan 100% (perbandingan 1:30), formula IV termasuk dalam kategori sedikit larut dengan kelarutan hanya 93% (perbandingan 1:30), dan formula V, VI, dan VII termasuk dalam kategori tidak larut karena terbentuk endapan (rasio 1:30). Formula I, II, dan III memenuhi persyaratan kelarutan dengan klasifikasi mudah larut dan mudah larut pada konsentrasi masing-masing 250 mg/1,25 ml, 250 mg/3,75 ml, dan 250 mg/7,5 ml. Hasil uji kelarutan dianalisis menggunakan metode nonparametrik Kruskal-Wallis. Terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok formula yang dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,003 (<0,05). Karakteristik pengujian sistem dispersi padat meliputi ukuran partikel, DSC, dan FTIR, juga akan dijelaskan lebih lanjut dalam penelitian ini.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FF 212 - 23 ANA p | ||||
| Uncontrolled Keywords: | Solubility, Solid dispersion, Extract, Curcuma domestica Val. | ||||
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine |
||||
| Divisions: | 05. Fakultas Farmasi > Ilmu Kefarmasian | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||
| Date Deposited: | 25 May 2026 05:24 | ||||
| Last Modified: | 25 May 2026 05:24 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141495 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


