Arizah Hanani, - (2022) STUDI FENOMENOLOGI PERNIKAHAN DINI DI DESA MLAKA KECAMATAN JRENGIK KABUPATEN SAMPANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (873kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (51kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
"ABSTRAK STUDI FENOMENOLOGI PERNIKAHAN DINI DI DESA MLAKA KECAMATAN JRENGIK KABUPATEN SAMPANG Penelitian Studi Kasus Deskriptif Kualitatif Oleh: Arizah Hanani Pendahuluan: Pernikahan dini merupakan masalah global yang ditemukan di berbagai negara berkembang, termasuk di kawasan Timur Indonesia, yaitu di Desa Mlaka, Jrengik, Sampang, Jawa Timur yang masih banyak kasus pernikahan dini. Desa tersebut memiliki tradisi budaya yang sangat kental mengenai tradisi perempuan menikah dini, bahkan menikah menjadi tradisi turun temurun. Terjadinya pernikahan dini dikarenakan perjodohan oleh orangtua, anggapan perawan tua bahkan belum cukupnya kesiapan umur, finansial menjadikan pernikahan dini dapat berdampak pada faktor kesehatan tubuh ibu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui fenomenologi perempuan menikah dini di Desa Mlaka Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang berdasarkan teori transcultural nursing. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi dengan metode in-depth interview pada 15 partisipan dengan instrument penelitian yaitu peneliti sendiri didukung dengan wawancara, alat perekam dan catatan lapangan (field note). Analisis: Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis colaizzi sebagai metode analisis data. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan lima tema berdasarkan teori transcultural nursing yaitu 1) Faktor menikah dini, yaitu dari faktor teknologi, iptek yang belum tersebar luas; dari faktor ekonomi: orangtua yang kekurangan. 2) Faktor pendorong menikah dini, yaitu orangtua yang kesulitan ekonomi. 3) Kesiapan menikah dini, karena faktor pendidikan yang belum selesai dan ekonomi yang tidak stabil 4) Pandangan masyarakat baik; yaitu dari faktor agama: tidak ada batasan menikah dan 5) Pandangan masyarakat kurang baik, yaitu dari faktor sosial dan budaya. Kesimpulan: Pernikahan dini terjadi dikarenakan faktor perjodohan karena hutang budi, dijodohkan karena faktor ekonomi, dijodohkan karena dikatakan perawan tua dan dijodohkan dengan keluarga sendiri yang menghasilkan reaksi masyarakat baik dan kurang baik. Kata Kunci: pernikahan dini, faktor menikah dini, kesiapan, pandangan masyarakat, perjodohan, dan belum cukup umur. "
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKP 159 - 23 Ari s | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Key words: early marriage, factors of early marriage, readiness, community views, matchmaking, and not old enough. | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman | ||||||
| Divisions: | 13. Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 29 May 2026 01:21 | ||||||
| Last Modified: | 29 May 2026 01:21 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141618 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


