Outcome Pasien Cedera Otak Berat Dengan Trakeostomi Di RSUD DR. Soetomo Periode Tahun 2018-2021

DENNIS CHRISSANDY WASITO, - (2022) Outcome Pasien Cedera Otak Berat Dengan Trakeostomi Di RSUD DR. Soetomo Periode Tahun 2018-2021. Masters thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
012115653063 HALAMAN I.pdf

Download (213kB)
[img] Text (BAB I)
012115653063 BAB I.pdf

Download (39kB)
[img] Text (FULL TEXT)
012115653063.pdf
Restricted to Registered users only

Download (790kB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

LATAR BELAKANG Cedera otak adalah penyebab terbanyak dari mortalitas dan morbiditas pasien yang berusia 18 – 45 tahun. Penanganan cedera otak yang terpenting adalah mencegah terjadinya akibat sekunder berupa hypoxia dan hipotensi. Mayoritas pasien tersebut memerlukan trakeostomi ataupun ventilator untuk manajemen airway TUJUAN Studi ini bertujuan untuk menganalisis outcome pasien cedera otak berat yang dilakukan trakeostomi di RSDS selama periode tahun 2018-2021. METODOLOGI Studi ini menggunakan desain deskriptif observasional metode cross sectional dari data rekam medis sebanyak 215 pasien cedera otak berat yang menjalani operasi trakeostomi di RSUD dr. Soetomo Surabaya pada Januari 2018 – Desember 2021. Data disesuaikan dengan kriteria inklusi eksklusi dan dianalisis secara deskriptif dengan software IBM statistics desktop (SPSS) versi 26 untuk melihat frekuensi dan persentase dari setiap variabel penelitian. HASIL Pada penelitian ini didapatkan jumlah penderita laki-laki sebanyak 157 pasien (73%) dan perempuan 58 pasien (27%) dengan distribusi usia 0-20 tahun didapatkan sebanyak 44 pasien (20,5%), 21-30 tahun sebanyak 77 pasien (35,8%), usia 31-40 tahun sebanyak 52 pasien (24,2%), usia 41-50 tahun sebanyak 35 pasien (16,3%), dan usia > 50 tahun sebanyak 7 pasien (3,2%). Untuk tindakan ET sebanyak 92 pasien (42,8) dan LT sebanyak 123 pasien (57,2%). Pada pemasangan ET angka mortalitas < 30 hari sebesar 26,1% dan 30-60 hari sebesar 11,9% dengan total mortalitas pasien ET adalah 38,0%. Pada pemasangan LT didapatkan mortalitas < 30 hari sebesar 36,6% dan 30-60 hari sebesar 12,2% dengan total mortalitas yang didapatkan adalah 48,8%. KESIMPULAN Laki – laki dewasa muda merupakan populasi yang lebih sering mengalami cedera otak berat dan membutuhkan tindakan trakeostomi. Mortalitas lebih tinggi pada pasien COB yang menjalani prosedur LT dibandingkan dengan ET terutama bila dilihat pada 0-30 hari sejak dilakukan intubasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.B 14 - 23 Den o
Uncontrolled Keywords: Cedera otak berat, mortalitas, early tracheostomy, late tracheostomy
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Bedah Umum
Creators:
CreatorsNIM
DENNIS CHRISSANDY WASITO, -NIM012115653063
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorR. MARJONO DWI WIBOWO, -NIP196911152016016101
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 04 Jun 2026 02:52
Last Modified: 04 Jun 2026 02:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141913
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item