Aulia Rifda Prasasti Purnomo (2022) Persepsi Masyarakat Terhadap Budaya Suwuk Sebagai Metode Pengobatan Alternatif Masalah Gigi Dan Mulut Di Desa Seloliman Kecamatan Trawas : Studi Kualitatif. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021911133085_HALAMAN JUDUL.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (BAB I)
021911133085_BAB I.pdf Download (109kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021911133085_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Masyarakat desa dinilai masih sangat kuat untuk mempertahankan dan menjaga kebudayaan yang ditinggalkan oleh leluhur dari generasi ke generasi. Salah satu tradisi yang masih berlaku dikalangan masyarakat Desa Seloliman adalah budaya suwuk sebagai metode pengobatan dalam mengatasi permasalahan gigi dan mulut. Budaya yang melekat pada individu akan mempengaruhi bagaimana individu tersebut berpikir dan bertindak. Kebiasaan masyarakat dalam melakukan pengobatan melalui budaya suwuk akan menyebabkan terjadinya perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan. Keanekaragaman persepsi mengenai sehat dan sakit serta perawatan kesehatan antar komunitas umumnya ditentukan oleh pengetahuan, kepercayaan, nilai, dan norma. Berdasarkan teori Health Belief Model sikap seseorang terhadap kesehatan dipengaruhi oleh tingkat sikap dan kepercayaan individu tersebut dalam perilaku kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Seloliman Kecamatan Trawas terhadap budaya suwuk sebagai metode pengobatan terkait permasalahan gigi dan mulut berdasarkan pendekatan teori health belief model. Metode: penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi dan metode pengambilan data dengan wawancara mendalam. Rekrutment informan dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan hingga mencapai saturasi data. Hasil: Terdapat persepsi masyarakat terhadap pengobatan suwuk sebagai pengobatan terkait permasalahan gigi dan mulut yaitu persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi hambatan, persepsi manfaat, persepsi kepercayaan diri, dan persepsi adanya isyarat bertindak. Simpulan: Dengan menggunakan teori health belief model sebagai kerangka teori dapat diketahui bahwa perceived susceptibility, perceived severity, perceived barrier, perceived benefit, perceived self-efficacy, dan cues to action mempengaruhi persepsi masyarakat untuk melakukan pengobatan melalui budaya suwuk.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG 57 - 23 AUL p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Persepsi, Budaya Suwuk, Fenomenologi, Health Belief Model. | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA418-418.5 Medicine and society. Social medicine. Medical sociology | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 07:20 | |||||||||
| Last Modified: | 05 Jun 2026 07:23 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142059 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


