Korelasi Antara Swab PCR Dan Interpretasi CT SCAN Toraks Pada Pasien COVID-19 Dengan Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis DI RSUD DR. Soetomo Surabaya

SISILIA DEWANTI, - (2022) Korelasi Antara Swab PCR Dan Interpretasi CT SCAN Toraks Pada Pasien COVID-19 Dengan Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis DI RSUD DR. Soetomo Surabaya. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
011718026310-HAL JUDUL.pdf

Download (169kB)
[img] Text (BAB 1)
011718026310-BAB 1.pdf

Download (42kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011718026310.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar belakang: Diagnosis COVID-19 sulit ditentukan pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis rutin (PGK-5D), karena pasien PGK-5D sering mengalami gejala sesak nafas dan gejala infeksi lain yang menyerupai gejala COVID-19. Pemeriksaan reverse transcription-polymerase chain reaction (RT-PCR) masih terbatas dan memerlukan waktu lama untuk mendiagnosis COVID-19 terutama saat awal pandemi, sehingga diperlukan pemeriksaan alternatif lain seperti CT scan toraks (CO-RADS) untuk mendiagnosis COVID-19 secara cepat pada pasien PGK-5D. Tujuan: Mengetahui korelasi antara interpretasi CT scan toraks dan swab PCR pada pasien COVID-19 dengan PGK-5D di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien dewasa dengan diagnosis PGK-5D dan mengarah infeksi COVID-19. Data penelitian diambil dari rekam medik pasien mulai 1 Maret 2020 sampai dengan 1 Maret 2021. Hasil: Subyek penelitian ini ada 63 orang, usia pasien memiliki nilai tengah 55 tahun (22-83 tahun), 45 orang (71,4%) memiliki usia <60 tahun, 45 orang (71,4%) memiliki jenis kelamin laki-laki. Penyakit penyerta yang paling banyak berupa hipertensi 62 orang (98,4%) dan diabetes melitus 43 orang (68,3%). Rerata onset gejala 3,30±1,906 hari sebelum masuk ke rumah sakit, dengan manifestasi klinis yang paling sering adalah batuk 84,1%, sesak nafas 63,5%, mudah lelah 63,5% dan demam 60,3%. Subyek penelitian dengan hasil CO-RADS 1-3 ada 40 orang, 33 orang diantaranya (82,5%) memiliki hasil swab PCR negatif dan 7 orang (17,55%) memiliki hasil swab PCR positif. Subyek penelitian dengan hasil CO-RADS 4-5 ada 23 orang, 7 orang diantaranya (30,4%) memiliki hasil swab negatif dan 16 orang (69,6%) memiliki hasil swab PCR positif. Hasil uji koefisien kontingensi antara swab PCR dan interpretasi CT scan toraks pada pasien COVID-19 dengan PGK-5D secara statistik signifikan dengan nilai p <0,001 dan C = 0,462, dimana kekuatan korelasi adalah sedang. Pemeriksaan CT scan toraks (CO-RADS) tidak cukup kuat untuk digunakan sebagai pemeriksaan tunggal penentu diagnosis COVID-19 pada pasien PGK-5D, sehingga masih diperlukan dukungan pemeriksaan swab PCR. Kesimpulan: Didapatkan korelasi antara swab PCR dan interpretasi CT scan toraks pada pasien COVID-19 dengan PGK-5D di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.PD 06 - 23 Sis k
Uncontrolled Keywords: CO-RADS, COVID-19, CT Scan toraks, hemodialisis rutin, PGK.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA428-428.5 Public health laboratories, institutes, etc.
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Dalam
Creators:
CreatorsNIM
SISILIA DEWANTI, -NIM011718026310
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorARTARIA TJEMPAKASARI, -NIDN8842800016
Thesis advisorNUNUK MARDIANA, -NIDN8813800016
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 11 Jun 2026 01:39
Last Modified: 11 Jun 2026 01:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142260
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item