Puspita Hapsari Sitorasmi (2022) Perbandingan Gambaran Klinis Antar Kelompok Usia Pada Pasien Retinoblastoma Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Other thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011818016307_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
011818016307_BAB I.pdf Download (618kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011818016307_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) | Request a copy |
Abstract
Retinoblastoma adalah tumor ganas retina yang mengancam hidup maupun penglihatan pada anak. Retinoblastoma sering ditemukan pada anak-anak usia 1-3 tahun, serta jarang ditemukan pada anak-anak usia diatas lima tahun. Pasien dengan retinoblastoma memiliki gambaran yang khas pada kelompok usia tertentu. Pasien dengan rentang usia 1-3 tahun cenderung datang dengan gambaran stadium awal, salah satunya adalah leukokoria. Usia lebih dari tiga tahun seringkali datang dengan gambaran perluasan tumor ke orbita yaitu berupa proptosis. Di negara maju, keluarga pasien memiliki kewaspadaan tinggi, sehingga datang pada usia yang lebih muda dengan gambaran klinis leukokoria. Di Jawa Timur, pasien retinoblastoma rata-rata berusia 60-119 bulan. Pasien datang dengan gambaran klinis yang terlambat, yaitu berupa proptosis, tidak tergantung dengan kelompok usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan gambaran klinis antar kelompok usia pada pasien retinoblastoma di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional retrospektif dengan desain potong lintang. Penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien yang terdiagnosis retinoblastoma secara histopatologi di RSUD Dr. Soetomo pada tahun 2016-2019. Pada penelitian ini terdapat total 56 sampel dan 67 mata. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran klinis terbanyak adalah proptosis dan kelompok usia terbanyak adalah 13-24 tahun. Hasis analisis secara statistik membuktikan bahwa terdapat perbedaan gambaran klinis antar kelompok usia pada pasien retinoblastoma dengan p-value 0,013 serta didapatkan hubungan yang kuat terkait keduanya dengan p-value 0,002. Hasil penelitian ini dapat berkaitan dengan kesadaran masyarakat terkait deteksi dini gejala penyakit. Beberapa faktor berkontribusi pada keterlambatan diagnosis pada retinoblastoma dan jenis kanker anak lain adalah sosial ekonomi dari orang tua, status pendidikan orang tua, kurangnya akses ke fasilitas kesehatan, ketidaktahuan terkait gambaran klinis awal, tenaga terlatih yang kurang, dan infrastruktur yang tidak memadai. Maka, perlu untuk melakukan sosialisasi pada masyarakat terkait gambaran klinis awal retinoblastoma, sehingga masyarakat dapat datang dengan kondisi stadium awal, serta melakukan kerjasama dengan dokter di fasilitas kesehatan pertama dan pemerintah untuk menanggulangi hal tersebut.
| Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.KM 20 - 23 Pus p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Retinoblastoma, Keganasan, Anak, Negara Berkembang | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RE Ophthalmology | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Mata | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 03:43 | |||||||||
| Last Modified: | 12 Jun 2026 03:43 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142359 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


