MUSTAKIM (2022) Efektivitas Intervensi American Society Of Perianesthesia Nurses (ASPAN) Guideline For Normothermia Terhadap Maternal Dan Neonatus Outcome Selama Perioperatif Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS). Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
132021263004_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
132021263004_BAB I.pdf Download (343kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
132021263004_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Kenyamanan pasien (Patient Comfort) khususnya kenyamanan suhu merupakan salah satu komponen penting yang harus diperhatikan dalam pemberian asuhan keperawatan, termasuk pelayanan keperawatan perioperatif. Hipotermia perioperatif yang terjadi pada pasien memiliki efek buruk bagi ketidaknyamanan suhu pasien sehingga mengakibatkan komplikasi berat, morbiditas, bahkan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui efektivitas intervensi American Society Of Perianesthesia Nurses (ASPAN) guideline for normothermia terhadap maternal dan neonatus outcome selama perioperatif Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS). Penelitian ini berjenis quasy-experiment dengan jumlah sampel 118 yang dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen pada penelitian ini yakni intervensi ASPAN Guideline dan variabel dependen antara lain temperatur tubuh ibu, kondisi menggigil, kenyamanan suhu, temperatur tubuh bayi, dan skor APGAR. Instrumen yang digunakan yakni checklist intervensi ASPAN Guideline untuk penerapan teknik penghangatan aktif dan pasif. Pengukuran temperatur tubuh ibu dan tubuh bayi menggunakan termometer digital, kondisi menggigil diukur menggunakan shivering classification, kenyamanan suhu diukur menggunakan Thermal Comfort ERACSale, dan APGAR diukur menggunakan interpretasi skor APGAR. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Intervensi ASPAN Guideline for normothermia berpengaruh signifikan terhadap temperatur tubuh ibu, kondisi menggigil, kenyamanan suhu, dan temperatur tubuh bayi selama prosedur ERACS. Namun, pada skor APGAR bayi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. ASPAN Guideline tampaknya dapat memberikan manfaat fisik seperti menjaga suhu dan mengurangi menggigil pada pasien SC dengan metode ERACS dan spinal-anesthesia.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK Sp.FKP.KMB 03 - 23 Mus e | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | ASPAN Guideline, body temperature, chills, perioperative period, patient comfort, hypothermia | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing > RT1-120 Nursing | ||||||
| Divisions: | 13. Fakultas Keperawatan > Departemen Keperawatan Dasar, Kritis dan Medikal Bedah > Keperawatan Medikal Bedah (Spesialis) | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 01:18 | ||||||
| Last Modified: | 18 Jun 2026 01:18 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142617 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


