Amanda Khansa Narulitha, - (2022) Signifikansi Pertumbuhan Startup Dan Unicorn : Studi Komparasi Startup Di Singapura Dan Indonesia. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811233110_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
071811233110_BAB I.pdf Download (950kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811233110_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Singapura dan Indonesia dikenal sebagai negara dengan peluang terbaik untuk mengembangkan bisnis startup di Asia Tenggara dengan ekosistem bisnis yang mendukung. Dalam Global Entrepreneurship Index (GEI), menunjukkan bahwa Singapura lebih unggul dengan peringkat dan skor yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Namun, hal ini tidak menghalangi fakta bahwa jumlah startup di Indonesia yang meraih gelar unicorn cenderung lebih banyak dibandingkan Singapura. Skripsi ini ditujukan untuk menganalisis kondisi pertumbuhan startup Singapura dan Indonesia yang berbeda. Metode eksplanatif-komparatis digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab pertanyaan penelitian mengapa bisnis startup di Indonesia lebih maju dibandingkan Singapura, meskipun dalam GEI, Singapura menunjukkan peringkat lebih tinggi, dengan rentang waktu dari tahun 2015 hingga 2019. Melalui faktor bagaimana pasar, sumber daya yang meliputi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Venture capital (VC) dan pemerintahan masing-masing negara dapat berpengaruh terhadap bisnis startup sebagai kerangka berpikir penelitian ini, ditunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis startup masing-masing tidak sepenuhnya dapat dinilai dari skor serta peringkat dalam indikator GEI. Hasil penelitian ini menemukan bahwa signifikansi perkembangan dan pertumbuhan yang dialami oleh bisnis startup Indonesia didukung oleh kondisi tren pasar di Indonesia yang memiliki peningkatan jumlah pengguna internet dan E-Commerce, termasuk jumlah transaksi setiap tahunnya. Berdasarkan faktor SDM, SDM Indonesia yang diproyeksikan dalam bonus demografi disebut mendorong investasi human capital dan pertumbuhan bisnis startup, sedangkan SDM di Singapura mengalami fenomena talent deficit. Pada faktor VC, ditemukan bahwa jumlah transaksi dan valuasi dari investasi terhadap bisnis startup di Singapura menunjukkan lanskap VC yang lebih strategis bagi investor dibandingkan Indonesia. Hasil dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemerintahan yang mendorong pertumbuhan bisnis startup dengan mengembangkan infrastruktur teknologi, kebijakan dan regulasi untuk memudahkan pelaku bisnis dan melindungi seluruh pihak dalam ekosistem bisnis di masing-masing negara.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.HI.06/22 Ama s | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Startup, Unicorn, SDM, Human Capital, Venture capital, Infrastruktur Teknologi, Singapura, Indonesia | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 03:08 | ||||||
| Last Modified: | 19 Jun 2026 03:08 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142713 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


