Lucia Tamara Maharani, - (2022) Diplomasi Kesehatan Kuba Di Era Covid-19: Strategi Global Melawan Eksklusi Sistemik Amerika Serikat. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811233029_HALAMAN JUDUL.pdf Download (658kB) |
|
|
Text (BAB I)
071811233029_BAB I.pdf Download (399kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811233029_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Diplomasi kesehatan atau health diplomacy merupakan salah satu bentuk strategi kebijakan luar negeri yang sering digunakan oleh banyak negara, salah satunya Kuba. Implementasi diplomasi kesehatan bukanlah hal baru bagi Kuba. Sejak awal tahun 1960-an, diplomasi kesehatan sudah menjadi strategi utama pemerintahan Fidel Castro di Kuba. Tenaga kesehatan dan pendidikan kesehatan Kuba secara khusus dilatih untuk dikirim dalam misi-misi luar negeri Kuba. Salah satu misi Kuba yang mendapat perhatian global adalah upayanya dalam manajemen krisis Ebola pada tahun 2014 silam. Terlepas dari upaya Kuba dalam pemulihan isu kesehatan global, Kuba sendiri masih harus berjuang ditengah sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Tekanan oleh aktor besar seperti AS membuat Kuba terancam mengalami eksklusi sistemik dan sejumlah kerugian besar terutama di era pandemi yang melanda seluruh dunia. Namun, nyatanya tekanan besar tersebut tidak lantas menghentikan Kuba yang masih berperan aktif dalam diplomasi kesehatan global di tengah pandemi COVID-19 dan bahkan berhasil mengembangkan vaksin melalui kerjasama dengan Tiongkok. Kuba menggunakan strategi akomodasi tenaga medis dan bantuan teknis terkait sektor medis daripada memberikan bantuan finansial bagi negara yang menerima bantuan. Diplomasi kesehatan dapat membawa keuntungan finansial bagi Kuba sekaligus membantu mengembalikan nama baik Kuba di mata internasional terlepas dari sanksi yang dijatuhkan AS. Lebih dari itu, diplomasi kesehatan Kuba dan kerjasama strategisnya dengan Tiongkok dapat dilihat sebagai upaya Kuba melawan tekanan aktor besar seperti Amerika Serikat secara non-konfliktual. Untuk menjelaskan fenomena Diplomasi Kesehatan Kuba, tulisan ini mengkaji berdasarkan perspektif English School yang menekankan pada sikap self-restraining yang melandasi tindakan Kuba di lingkungan internasional.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.HI.45/22 Luc d | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kuba, Diplomasi Kesehatan, Pandemi, Tiongkok, Amerika Serikat | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1305-2060 Scope of international relations. Political theory. Diplomacy | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 02:25 | ||||||
| Last Modified: | 01 Jul 2026 02:25 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143308 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


