Penerimaan Diri Terhadap Infertilitas: Studi pada Perempuan yang Gagal Menjalani Program Bayi Tabung

MUTIMMATUL AYDA, - (2022) Penerimaan Diri Terhadap Infertilitas: Studi pada Perempuan yang Gagal Menjalani Program Bayi Tabung. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
111811133034 HALAMAN I.pdf

Download (191kB)
[img] Text (BAB I)
111811133034 BAB I.pdf

Download (85kB)
[img] Text (FULL TEXT)
111811133034.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Tidak memiliki anak mendatangkan beban sosial dan psikologis bagi pasangan infertil (Iwelumor et al., 2020). Infertilitas membuat perempuan merasa kesempatannya untuk menjadi ibu dirampas dan esensi mereka sebagai perempuan dihancurkan (Yao et al., 2018). Program bayi tabung merupakan salah satu upaya yang banyak dipilih oleh pasangan infertil (Sutanto, 2018). Meski demikian, tingkat keberhasilan program bayi tabung di Indonesia hanya 28,57% (Putri et al., 2021). Kegagalan dalam program bayi tabung tentu berdampak secara psikologis bagi perempuan (Patricia et al., 2018). Setelah mengalami peristiwa yang membuat seorang individu merasa terpuruk, menurut Kubler-Ross (2009) individu tidak serta merta mencapai penerimaan, melainkan melalui beberapa tahapan. Pada pengembangan teorinya, Kubler-Ross terpengaruh oleh tokoh psikoanalitik Carl Jung (Kelland, 2010) yang menempatkan penerimaan diri sebagai sesuatu yang harus diterima oleh ego (kesadaran) dalam diri seseorang (Ewen, 2014). Artinya, terdapat kesadaran yang melatarbelakangi proses penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan diri terhadap infertilitas pada perempuan yang gagal menjalani program bayi tabung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini melibatkan 2 partisipan berusia 40 dan 41 tahun yang mengalami infertilitas, pernah gagal dalam program bayi tabung, dan tidak memiliki anak kandung, serta masing-masing 1 significant other. Data dianalisis menggunakan metode theory driven sehingga membantu penulis dalam pengkodean berbasis teori penerimaan diri Kubler-Ross (2009) dan kesadaran Jung (Schultz & Schultz, 2014). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan terhadap kondisi infertilitas pada perempuan yang gagal menjalani program bayi tabung dicapai melalui proses yang bertahap dalam waktu yang cukup panjang. Proses tersebut mencakup tahap denial, anger, bargaining, depression, hingga acceptance, yang berulang terjadi sejak periode waktu setelah diagnosis infertil hingga setelah kegagalan menjalani program bayi tabung. Setiap respon psikologis individu pada masing-masing tahap memiliki keterkaitan dengan tiga unsur kepribadian yang melatarbelakanginya, yakni ego, ketidaksadaran pribadi, dan ketidaksadaran kolektif. Pada penelitian ini juga ditemukan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perempuan mencapai penerimaan diri. Faktor internal yaitu self-awareness dan faktor eksternal diantaranya anak adopsi, dukungan keluarga, dan sikap suami.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.Psi 93 - 23 Mut p
Uncontrolled Keywords: penerimaan, infertilitas, bayi tabung
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG133-137.6 Conception. Artificial insemination. Contraception
Divisions: 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi
Creators:
CreatorsNIM
MUTIMMATUL AYDA, -NIM111811133034
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorWIWIN HENDRIANI, -NIP197811022005012003
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 02 Jul 2026 02:55
Last Modified: 02 Jul 2026 02:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143408
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item