Nadhifa Umailani, - (2022) Identitas Jamet Kuproy: Subkultur Anak Metal di TikTok. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
071811533013-HAL JUDUL.pdf Download (235kB) |
|
|
Text (BAB 1)
071811533013-BAB 1.pdf Download (138kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811533013.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Skripsi ini mengungkap bagaimana identitas Jamet Kuproy menjadi sebuah subkultu di media sosial TikTok. Kehadiran TikTok menjadi sebuah media sosial yang mengedepankan audio visual menjadi sebuah medium yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Hingga saat ini TikTok menjadi media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dari segala usia baik anak-anak, remaja, dan juga dewasa hingga tua. TikTok menjadi media sosial yang dapat menjadi wadah kreativitas para kreator dan juga menjadi medium untuk ekspresi diri sekaligus menjadi wadah terbentuknya sebuah subkultur. Seperti yang dilakukan oleh Jamet Kuproy dalam unggahan-unggahan video TikToknya yang selalu berupaya untuk mengekspresikan dirinya dan memiliki kekhasan tersendiri. Kekhasan tersebut membuat mereka memiliki perbedaan dengan masyarakat pada budaya mainstream. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis tekstual dan kualitatif. Dimana berupaya untuk mengeksplorasi, memahami, dan juga menguak konsep atau budaya yang dibawa oleh Jamet Kuproy. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengungkap identitas dari Jamet Kuproy yang merupakan sebuah budaya di TikTok sebagai sebuah subkultur. Hal tersebut berangkat dari melihat adanya masalah mengenai bagaimana identitas Jamet Kuproy yang dilekatkan dengan etnis suku Jawa dan juga pekerjaan kuli proyek. Penelitian ini menghasilkan diskusi mengenai Jamet Kuproy yang merujuk pada subkultur anak muda metal yang secara pekerjaan adalah sebagai pekerja informal. Identitas yang ditampilkan oleh Jamet Kuproy adalah bentuk upaya resistensi baik bertahan maupun melawan. Mereka melakukan upaya perlawanan terhadap nilai-nilai kesuksesan yang ditawarkan anak muda urban melalui gaya hidupnya. Selain itu, juga melakukan upaya perlawanan nilai glamour yang dianut masyarakat urban melalui fesyen sebagai simbolnya. Mereka menegaskan nilai-nilai kesederhanaan dan apa adanya sebagai citra melaui fesyen. Sekaligus sebuah perlawanan bahwa meski mereka berada pada status sosial yang berbeda dengan masyarakat urban namun tetap dapat bergaya yang bersumber dari ide mereka sendiri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.K 28 - 23 Nad i | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Jamet Kuproy, identitas, subkultur, TikTok | ||||||
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87-96 Communication. Mass media | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | ||||||
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 07:44 | ||||||
| Last Modified: | 02 Jul 2026 07:44 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143453 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


