Nabilla Feirizky Chairunnisa (2022) Sequestrasi Eritrosit Terinfeksi Plasmodium berghei ANKA pada Liver Mencit yang Diberi Ekstrak Etanol Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011911133258_HALAMAN JUDUL.pdf Download (924kB) |
|
|
Text (BAB I)
011911133258_BAB I.pdf Download (140kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011911133258_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium dengan Plasmodium falciparum merupakan penyebab terbesar kematian akibat malaria (99%). Hal ini disebabkan oleh sifatnya yang dapat menghindar dari sistem imun dengan cara sequestrasi eritrosit yang terinfeksi pada beberapa organ dalam, termasuk liver. Telah dilaporkan pula adanya sequestrasi eritrosit terinfeksi Plasmodium berghei ANKA pada organ liver hewan rodensia. Salah satu bahan alam yang memiliki khasiat obat adalah rumput mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk) yaitu sebagai obat antipiretik, antihelmintik, dan sebagainya. Rumput mutiara juga memiliki aktivitas menurunkan kadar TNF-? dan IL-10 pada mencit terinfeksi P. berghei ANKA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak etanol rumput mutiara (EERM) terhadap parasitemia dan sequestrasi eritrosit terinfeksi P. berghei ANKA pada liver mencit BALB/c. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian in vivo dengan menggunakan mencit BALB/c yang diinfeksi dengan P. berghei ANKA dan diberi EERM dengan dosis 250, 300, dan 350 mg/kgBB. Kelompok kontrol positif diberikan DHP 187,2 mg/kgBB dan kontrol negatif diberikan CMCNa 1%. Parasitemia diamati setiap hari hingga hari ke-4. Pada hari kelima mencit dibedah dan liver dibuat menjadi preparat dengan pewarnaan HE untuk pengamatan sequestrasi. Analisis data dilakukan dengan uji One Way ANOVA dan Post Hoc Games-Howell untuk mengetahui adanya perbedaan antara kelompok perlakuan. Kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi Pearson untuk mengetahui adanya korelasi antara parasitemia dan jumlah sequestrasi eritrosit. Hasil: Persen penghambatan EERM terhadap parasitemia pada dosis 350 mg/kgBB adalah sebesar 61%. Terdapat perbedaan signifikan antara sequestrasi eritrosit antara kelompok uji dan kontrol positif dengan kontrol negatif (p < 0,05). Terdapat korelasi antara parasitemia dan sequestrasi eritrosit terinfeksi P. berghei ANKA (p < 0,05). Kesimpulan: Pengaruh EERM terhadap parasitemia pada mencit BALB/c yang diinfeksi P. berghei ANKA adalah sebesar 61% dan terhadap sequestrasi adalah berbeda signifikan dengan kontrol negatif. Parasitemia berkorelasi positif dengan jumlah sequestrasi eritrosit terinfeksi P. berghei ANKA.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 279 - 23 Nab s | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Rumput mutiara, Plasmodium berghei ANKA, Sequestrasi, Antimalaria | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 04:16 | |||||||||
| Last Modified: | 03 Jul 2026 04:16 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143506 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


