ERNANIK, - (2022) Pengaruh Workplace Aggression Terhadap Stres Kerja Pada Perawat Dengan Structural Empowerment Sebagai Variabel Moderator. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
111811133005-HAL JUDUL.pdf Download (296kB) |
|
|
Text (BAB 1)
111811133005-BAB 1.pdf Download (71kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
111811133005.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh workplace aggression terhadap stres kerja pada perawat serta untuk mengetahui peran moderasi structural empowerment terhadap workplace aggression dan stres kerja pada perawat. workplace agression merupakan perilaku yang dilakukan oleh individu di luar organisasi yang dimaksudkan untuk menyakiti secara fisik atau psikologis seorang pekerja atau pekerja dan terjadi dalam konteks yang berhubungan dengan pekerjaan. Stres kerja didefinisikan sebagai ketidaknyamanan secara psikologis yang dihasilkan dari penilaian subjektif individu mengenai tuntutan yang dirasakan ditempat kerja yang melebihi kemampuan individu untuk memenuhi tuntutan tersebut. Structural empowerment merupakan akses karyawan terhadap struktur sosial di tempat kerja yang memungkinkan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang bermakna. Penelitian dilakukan pada perawat yang masih aktif bekerja di Indonesia yaitu sebanyak 108 perawat dengan alat ukur workplace violence scale (8 aitem) untuk variabel workplace aggression, General Work Stress Scale (GWSS) (9 aitem) untuk variabel stres kerja, serta alat ukur CWEQ-II (21 aitem) untuk variabel structural empowerment. Ketiga alat ukur ini telah valid dan reliabel. Reliabilitas ketiga alat ukur ini adalah 0,813 untuk skala workplace aggression dan 0,943 untuk skala stres kerja, dan 0,931 untuk skala structural empowerment. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 23 for Windows. Dari hasil analisis data, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari workplace aggression terhadap stres kerja pada perawat. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi workplace aggression yang dialami oleh perawat maka akan semakin tinggi pula stres kerja yang dirasakan. Kemudian penelitian ini juga menemukan bahwa variabel structural empowerment tidak dapat memoderasi pengaruh workplace aggression terhadap stres kerja pada perawat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.Psi 62 - 23 Ern p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | workplace aggression, stres kerja, structural empowerment, perawat | ||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology | ||||||
| Divisions: | 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | ||||||
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 00:56 | ||||||
| Last Modified: | 08 Jul 2026 00:56 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143678 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


