Boris Anggara Saputra (2017) Kaitan Kualitas Lingkungan Rumah Terhadap Kejadiantuberkulosis Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Surabaya Barat Tahun 2016 (Studi kasus kontrol di Puskesmas Manukan Kulon, Balongsari, Sememi dan Benowo). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (FULLTEXT)
48. SKRIPSI BORIS ANGGARA SAPUTRA 101411123044.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (215kB) |
Abstract
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Angka prevalensi tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 272/100.000 penduduk dan terjadi peningkatan di tahun 2014 sebesar 647/100.000. Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan penderita tuberkulosis terbanyak kedua dari seluruh provinsi di Indonesia setelah Jawa Barat yaitu sebesar 40.185 penderita. Tiga kabupaten dengan angka penderita tuberkulosis tertinggi dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur berada di Kota Surabaya yaitu 4.754, Jember sebesar 3.128 dan kabupaten Sidoarjo sebesar 2.292 penderita. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain kasus dan kontrol. Variabel dalam penelitian yaitu kepadatan hunian, luas ventilasi, keberadaan ventilasi, kelembaban di dalam rumah, pencahayaan, jenis lantai, kelembaban di luar rumah, suhu rumah, alat masak, obat nyamuk, jenis dinding. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan melakukan observasi ke rumah 76 responden yang terdiri dari 38 responden kasus dan 38 responden kontrol yang terdaftar di Puskesmas Manukan Kulon, Balongsari, Sememi dan Benowo. Hasil uji statistik komponen kualitas lingkungan rumah terhadap kejadian tuberkulosis pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah surabaya barat meliputi kepadatan rumah (p = 0,019; OR :4,304), luas ventilasi rumah (p = 0,008; OR: 5,543), keberadaan ventilasi (p = 0,046; OR: 3,221), kelembaban di dalam rumah (p = 0,012; OR: 3,714), pencahayaan (p = 0,002; OR : 4,632), jenis lantai (p = 0,753), kelembaban di luar rumah (p = 0,066), suhu rumah (p = 0,002; OR : 10,500 ), alat masak (p = 1,000), obat nyamuk (p = 0,399), jenis dinding (p = 0,249). Faktor lingkungan rumah yang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis yaitu kepadatan hunian, luas ventilasi, keberadaan ventilasi, kelembaban di dalam rumah, pencahayaan, suhu rumah. Sedangkan faktor lingkungan rumah yang tidak berhubungan dengan kejadian tuberkulosis yaitu kelembaban di luar rumah, jenis lantai, alat masak, obat nyamuk, dan jenis dinding.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lingkungan Rumah, Tuberkulosis | ||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Dwi Marina | ||||||
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 01:02 | ||||||
| Last Modified: | 09 Jul 2026 01:02 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143744 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


