Regina Munaa Madani, - (2022) Hubungan Waktu Istirahat Berdasarkan Beban Kerja Fisik Dengan Keluhan Kelelahan Kerja (Studi Pada Pekerja Airport Operation Land Side And Terminal PT. Angkasa Pura I Yogyakarta International Airport). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
101811133232-HAL JUDUL.pdf Download (286kB) |
|
|
Text (BAB 1)
101811133232-BAB 1.pdf Download (71kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101811133232.pdf Restricted to Registered users only Download (986kB) | Request a copy |
Abstract
Beban kerja dapat berkontribusi pada tingkat kelelahan, kebosanan, stress, gangguan kesehatan baik fisik maupun mental pada pekerja. Setiap petugas Airport Operation diharuskan melakukan istirahat yang cukup dan tidak boleh terjadi sleep inertia atau kondisi merasa lelah, pusing, dan lemas ketika bangun tidur. Pemberian istirahat selama periode tugas merupakan cara penting untuk mengurangi kemungkinan human error. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara waktu istirahat berdasarkan beban kerja fisik dengan keluhan kelelahan kerja pada pekerja Airport Operation Land Side and Terminal PT. Angkasa Pura I Yogyakarta International Airport. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini ialah total populasi, yakni semua karyawan Airport Operation Land Side and Terminal PT. Angkasa Pura I Yogyakarta International Airport yang berjumlah 22 orang. Variabel independent (bebas) dalam penelitian ini ialah waktu istirahat berdasarkan beban kerja fisik dengan mengukur denyut nadi per menit, konsumsi oksigen, dan energy expenditure menggunakan pulse oximeter.Variabel dependent (terikat) ialah keluhan kelelahan kerja menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test dari IFRC. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan coefficient contingency dan uji korelasi spearman. Sebagian besar pekerja adalah laki-laki, berusia 26 – 35 tahun, dan memiliki jenjang pendidikan tinggi. Waktu istirahat pekerja saat ini mayoritas lebih dari kebutuhan waktu istirahat berdasarkan beban kerja fisik. Pekerja sebagian besar mengalami keluhan kelelahan kerja tinggi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang kuat antara waktu istirahat berdasarkan beban kerja fisik dengan keluhan kelelahan kerja (r = 0,592). Kapasitas personal pekerja berupa jenis kelamin dengan keluhan kelelahan kerja menunjukkan hubungan yang sedang (r = 0,49). Kesimpulan dari penelitian ini adalah waktu istirahat berdasarkan beban kerja fisik menjadi faktor dominan penyebab munculnya keluhan kelelahan kerja pada pekerja Airport Operation Land Side and Terminal, sedangkan kapasitas personal pekerja bukan menjadi faktor penyebab utama keluhan kelelahan kerja. Disarankan pihak perusahaan melakukan pengaturan jadwal istirahat secara rinci untuk setiap pekerja dalam 1 shift.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM 33 - 23 Reg h | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Keluhan Kelelahan Kerja, Waktu Istirahat, Beban Kerja Fisik | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | ||||||
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 01:16 | ||||||
| Last Modified: | 09 Jul 2026 01:16 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143748 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


