Durriyya Tsabitah Goldrafadi, - (2022) Pemaknaan Pengalaman Individu Tentang Ghosting Dalam Tahap Pembubaran Hubungan Pada Generasi Z. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811533059_HALAMAN JUDUL.pdf Download (503kB) |
|
|
Text (BAB I)
071811533059_BAB I.pdf Download (450kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811533059_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berfokus pada pengalaman dan pemaknaan yang di dapatkan individu di generasi Z terhadap fenomena ghosting. Ghosting dapat diartikan sebagai cara sepihak menghentikan komunikasi baik secara sementara atau permanen dengan tujuan untuk membubarkan sebuah hubungan romantis secara tidak langsung. Ghosting dapat terjadi secara gradual (bertahap) atau sudden (tiba-tiba), dalam hubungan yang dimulai secara face-to-face atau melalui perantara media. Fenomena ghosting ini dilakukan oleh seorang inisiator yang disebut ghoster, dan noninisiator yang disebut ghostee. Latar belakang masalah dari penelitian ini adalah fenomena ghosting yang mulai sering muncul dalam hubungan romantis modern sebagai salah satu cara untuk membubarkan hubungan secara implisit. Pembubaran ini dilakukan secara sepihak dan meninggalkan korbannya tanpa penjelasan yang konkret. Penelitian ini menggunakan implicit theories yang membagi kepercayaan individu terhadap sebuah hubungan menjadi dua, yaitu stronger destiny beliefs dan stronger growth beliefs. Implicit theories digunakan untuk melihat bagaimana pemaknaan yang diterima oleh masing-masing individu sesuai dengan kepercayaannya setelah melakukan atau menerima ghosting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah individu yang pernah melakukan ghosting, baik melalui hubungan secara face-to-face dan media, serta individu yang menjadi korban ghosting melalui hubungan face-to-face dan media. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan in-depth interview. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat perbedaan alasan ghoster media dan non-media ketika melakukan ghosting. Perbedaan cara individu untuk memulai hubungan diketahui mempengaruhi alasan ghoster melakukan ghosting. Selain itu, ditemukan juga perbedaan reaksi dan penerimaan oleh ghostee, hal ini dipengaruhi oleh interval waktu yang digunakan selama proses pembubaran hubungan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S. FISIP. K. 27/22 Dur p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ghosting, ghostee, ghoster | ||||||
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87-96 Communication. Mass media | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 01:47 | ||||||
| Last Modified: | 10 Jul 2026 01:47 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143802 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


