Arifah Sarrol Wari, - (2022) Analisis Hubungan Beban Kerja Mental Dan Stres Kerja Dengan Burnout (Studi Pada Pekerja Unit Aviation Security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
101811133164-HAL JUDUL.pdf Download (186kB) |
|
|
Text (BAB 1)
101811133164-BAB 1.pdf Download (52kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101811133164.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Hasil survei Glint (2020), yang dilakukan pada lebih dari 700.000 karyawan di seluruh dunia, yang berasal dari berbagai industri. Burnout disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan beban kerja mental dan stres kerja dengan burnout pada pekerja unit aviation security PT. Angkasa Pura I – Bandara Internasional Yogyarakta. Penelitian ini ialah penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja unit Aviation Security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta berjumlah 251 orang. Besar sampel pada penelitian ini adalah 72 pekerja yang diambil dengan simple random sampling dengan rumus Slovin. Variabel independen dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, usia, status pendidikan, status pernikahan, beban kerja mental, dan stres kerja. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah burnout. Pengumpulan data menggunakan instrumen Maslach Burnout Inventory (MBI), NASA-TLX, dan Health and Safety Executive (HSE). Data akan dianalisis dengan uji Korelasi Spearman dan uji koefisien kontingensi (C). Sebagian besar pekerja unit aviation security berjenis kelamin laki-laki, berusia 26-35 tahun, sudah menikah, dan memiliki latar belakang pendidikan SMA. Mayoritas pekerja memiliki beban kerja mental dengan kategori berat. Sebagian besar pekerja berada pada tingkat stres kerja sedang. Burnout tergolong sedang pada sebagian besar pekerja. Karakteristik individu yang memiliki hubungan dengan burnout adalah usia (p=0,010), tingkat pendidikan (p=0,013), dan status perkawinan (p=0,021). Sedangkan jenis kelamin (p=0,656) tidak memiliki hubungan dengan burnout. Beban kerja mental memiliki hubungan yang cukup dengan burnout (p=0,020) dan stres kerja juga memiliki hubungan yang cukup dengan burnout (p=0,006). Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan burnout pada pekerja. Variabel usia, status pernikahan, dan status pendidikan memiliki hubungan dengan burnout. Selain itu, beban kerja mental dan stres kerja juga memiliki hubungan yang cukup signifikan dengan burnout pada pekerja, dimana saat beban kerja mental dan stres kerja tinggi, maka burnout juga akan tinggi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM 40 - 23 Ari a | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | beban kerja mental, stres kerja, burnout, aviation security, bandara | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | ||||||
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 02:17 | ||||||
| Last Modified: | 13 Jul 2026 02:17 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143862 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


