Analisis Fungsi Manajemen Program Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (P2DBD) (Studi Kasus di Puskesmas di Kabupaten Gresik Tahun 2020)

Juliarizky Shinta Dewi, - (2022) Analisis Fungsi Manajemen Program Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (P2DBD) (Studi Kasus di Puskesmas di Kabupaten Gresik Tahun 2020). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
101811133012-HAL JUDUL.pdf

Download (315kB)
[img] Text (BAB 1)
101811133012-BAB 1.pdf

Download (83kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101811133012.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus akut yang disebabkan virus dengue. Di Indonesia, DBD menunjukkan peningkatan kasus dan penambahan persebaran wilayah setiap tahunnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, diadakan program P2DBD dengan beberapa indikator kesuksesan. Dalam menjalankan program diperlukan fungsi manajemen yang baik agar tujuan dapat tercapai. Pada tahun 2020, ABJ di 20 Puskesmas di Kabupaten Gresi <95% dan ditemukan kasus DBD di 23 Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor penyebab tinggi rendahnya ABJ dan IR di Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang dibagikan secara online melalui google form kepada 32 penanggungjawab program P2DBD Puskesmas di Kabupaten Gresik yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan distribusi frekuensi dan tabulasi silang yang kemudian dinarasikan di setiap hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penanggungjawab program memiliki pengetahuan yang baik dan beban kerja yang ringan. Kemudian diketahui bahwa ketersediaan dana (money) dan pedoman (method) untuk pelaksanaan program sudah cukup dan baik, namun ketersediaan alat fogging (machine) dan prasarana (material) untuk melaksanakan program masih kurang. Selanjutnya, pada telaah fungsi manajemen program P2DBD diketahui bahwa proses manajemen planning, directing, recording reporting, dan pelaksanaan program sudah baik, namun proses organizing, staffing, coordinating, dan evaluating masih kurang baik. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dapat diketahui bahwa Angka Bebas Jentik di Kabupaten Gresik masih kurang baik, namun Incident Rate sudah baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah seluruh variabel pada input dan proses memiliki kecenderungan terhadap output program P2DBD dan variabel yang menjadi faktor penyebab tinggi rendahnya ABJ dan IR adalah variabel machine, material, organizing, staffing, coordinatin, dan evaluating. Sehingga diharapkan Puskesmas di Kabupaten Gresik dapat meningkatkan dan memperbaiki faktor penyebab tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM 42 - 23 Jul a
Uncontrolled Keywords: Program P2DBD, Fungsi Manajemen
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM
Juliarizky Shinta Dewi, -NIM101811133012
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRATNA DWI WULANDARI, -NIDN0018107504
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 13 Jul 2026 07:13
Last Modified: 13 Jul 2026 07:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143904
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item