Mochammad Rozy Fachlevi, - (2022) Pengurangan Risiko Kegagalan Produk Mesin Pemecah Batu Dengan Metode Fmea Dan 5w1h (Studi Kasus Pada Cv Swakarya Mandiri). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
041811233112_HALAMAN JUDUL.pdf Download (548kB) |
|
|
Text (BAB I)
041811233112_BAB I.pdf Download (276kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
041811233112_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Risiko kegagalan produk dapat terjadi jika perusahaan tidak melakukan pengendalian kualitas pada proses produksi. Termasuk pada perusahaan manufaktur mesin pemecah batu. Pengerjaan berulang dan ketidaktepatan waktu dalam memenuhi permintaan pelanggan menjadi kendala pada perusahaan ini, yang disebabkan karena hasil produksi yang tidak sesuai spesifikasi perusahaan dan konsumen. Persentase masalah kegagalan produk yang melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 20%. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi risiko kegagalan produk serta mengusulkan solusi perbaikan kualitas untuk meminimalisir risiko kegagalan produk. Pendekatan Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, karena penelitian ini mendeskripsikan suatu kasus dan peneliti memaparkan dengan jelas hasil penelitian. Alat yang digunakan adalah Failure Modes and Effect analysis (FMEA) sebagai identifikasi risiko kegagalan yang terjadi selama proses produksi. Pembobotan nilai RPN dalam analisis FMEA dilakukan pada penyebab risiko kegagalan, yang bertujuan untuk menentukan peringkat prioritas perbaikan sebagai hasil akhir analisis FMEA. Kemudian solusi perbaikan dirancang dengan metode 5W1H. Temuan penelitian menunjukkan jenis kecacatan las tidak melebur jadi satu sebanyak 8, plat melengkung dan tidak rapi sebanyak 7, bekas sisa las sebanyak 7, dan ukuran bubut tidak sesuai sebanyak 6. Penerapan metode FMEA, pada tiap jenis kegagalan diambil penyebab kegagalan dengan nilai RPN tertinggi untuk segera dilakukan tindakan perbaikan. Ditemukan empat penyebab masalah kegagalan produk dari tiap jenis kegagalan yaitu berasal dari faktor tenaga kerja dengan nilai RPN sebesar 280, faktor metode dengan nilai RPN sebesar 252 dan faktor mesin dengan nilai RPN 210. Setelah diketahui prioritas perbaikan penyebab risiko kegagalan produk, maka dilakukan usulan solusi perbaikan dengan metode 5W1H yang dirancang dari tujuan perbaikan hingga bagaimana perbaikan dilakukan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FEB.M. 25-22 Moc p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Risiko, Kegagalan Produk, Perbaikan Kualitas, Failure Modes and Effect Analysis (FMEA), Risk Priority Number (RPN), 5W1H. | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management | ||||||
| Divisions: | 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 01:35 | ||||||
| Last Modified: | 05 Aug 2026 01:35 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144399 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


