Anggy Febriyanti, - (2022) Hubungan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Dan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberaji, Lamongan. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101711233008_HALAMAN JUDUL.pdf Download (279kB) |
|
|
Text (BAB I)
101711233008_BAB I.pdf Download (119kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101711233008_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (998kB) | Request a copy |
Abstract
Stunting merupakan gambaran status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Stunting dapat mengakibatkan anak mengalami kegagalan pertumbuhan sehingga anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek untuk usianya. Penyebab langsung kejadian stunting adalah kurangnya asupan gizi, serta adanya penyakit infeksi yang terjadi dalam jangka waktu yang lama atau berulang, sedangkan penyebab tidak langsung antara lain ketahanan pangan rumah tangga, sosial ekonomi, pengetahuan orang tua. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan rumah tangga dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Sumberaji, Lamongan. Penelitian ini mencakup metode kuantitatif dengan survei penjelasan dan menggunakan desain cross-sectional dan purposive sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Kuesioner penelitian ini dibuat dengan menggunakan kuesioner dan dibagikan kepada 83 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner US-HFSSM (United Status Household Food Security Survey Modul), Infant and Young Child Feeding (IYCF) dan World Health Organization (WHO). Untuk analisis data, korelasi Spearman digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki status tahan pangan (51,8%), rawan pangan tanpa kelaparan (28,8%), rawan pangan dengan derajat kelaparan ringan (14,4%), dan rawan pangan dengan derajat kelaparan berat (4,8%). Terdapat hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dengan stunting (p=0,001). Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas balita memiliki riwayat tidak mendapat ASI eksklusif (54,2%), sedangkan yang mendapat ASI eksklusif hanya (45,8%). Tidak terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan stunting (p=0,133). Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting. Responden diharapkan untuk lebih meningkatkan kualitas pola makan gizi seimbang dengna mengikuti anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya pmberian ASI eksklusif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM.G.10/22 Ang h | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ketahanan pangan, ASI eksklusif, stunting | ||||||
| Subjects: | T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 01:56 | ||||||
| Last Modified: | 12 Aug 2026 01:56 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144591 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


