Aktivitas Antibakteri Minyak Kayu Putih UKM Lamongan terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus

Constantia Lidwina Targanski, - (2022) Aktivitas Antibakteri Minyak Kayu Putih UKM Lamongan terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011911133234 HALAMAN I.pdf

Download (580kB)
[img] Text (BAB I)
011911133234 BAB I.pdf

Download (43kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011911133234.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan: Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus merupakan patogen utama penyebab infeksi oportunistik. Terapi utama untuk infeksi ini adalah antibiotik. Staphylococcus aureus dapat resisten terhadap antibiotik beta-laktam jika tidak digunakan dengan tepat. Ini dikenal sebagai methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Minyak kayu putih (Melaleuca leucadendra) mengandung senyawa seperti 1,8-cineol yang diketahui memiliki aktivitas antimikroba. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antimikroba minyak kayu putih terhadap Staphylococcus epidermidis dan MRSA. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan post-test control group design. Minyak kayu putih dikumpulkan dari UKM di Lamongan. Metode yang digunakan adalah uji difusi sumuran dengan agar Mueller Hinton. Bakteri yang digunakan adalah Staphylococcus epidermidis dan MRSA. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%. Percobaan diulang tiga kali. Setelah diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam, zona hambat diukur dengan menggunakan jangka sorong. Hasil: Pembentukan zona hambat (dalam mm) untuk MRSA dari konsentrasi 10-100% berturut-turut adalah 11,82; 13,57; 13.24; 14,58; 13,81; 22.41; 23.37; 28,91; 31,26; 31,03 dan untuk S. epidermidis berturut-turut adalah 12,44; 13,92; 18.28; 19,94; 15,89; 21,72; 24,95; 21.04; 26,88; 29.58. Kesimpulan: Secara ringkas, minyak kayu putih memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan MRSA.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 151 - 23 CON a
Uncontrolled Keywords: essential oil of eucalyptus (Melaleuca leucadendra), antibacterial agent, Staphylococcus epidermidis, Methicillin resistant Staphylococcus aureus, good health and wellbeing
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
Constantia Lidwina Targanski, -NIM011911133234
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 18 Aug 2026 01:00
Last Modified: 18 Aug 2026 01:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144725
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item