Quality Of Life (QOL) Orang Tua Anak Dengan Gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Di Surabaya

QOYYUM NADAA YUSRIYYAH, - (2022) Quality Of Life (QOL) Orang Tua Anak Dengan Gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Di Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011911133069 HALAMAN I.pdf

Download (397kB)
[img] Text (BAB I)
011911133069 BAB I.pdf

Download (68kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011911133069.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan: Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan salah satu gangguan neurodevelopmental yang banyak dialami anak-anak usia sekolah dasar dengan gejala utama gangguan pemusatan perhatian/inatensi, hiperaktivitas, dan impulsivitas yang mengakibatkan gangguan prestasi akademis, interaksi keluarga, dan sosial. Gangguan ADHD tidak hanya berdampak pada anak-anak saja, namun juga berdampak pada anggota keluarganya. Orang tua yang memiliki anak ADHD cenderung memiliki rasa bersalah yang tinggi. Hal tersebut menyebabkan orang tua dari anak ADHD rentan mengalami penurunan Quality of Life (QOL) menjadi lebih buruk. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat QOL pada orang tua dari anak dengan gejala ADHD di beberapa SD di Surabaya pada era pademi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini adalah semua orang tua dari anak ADHD di beberapa SD di Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF) dan Skala Penliaian Perilaku Anak Hiperaktif Indonesia (SPPAHI). Hasil: Kualitas hidup buruk (<60) ditemukan pada domain kesehatan fisik dengan rata-rata nilai 48,13 + 7,50, psikologis dengan rata-rata nilai 49,07 + 8,91, dan hubungan sosial pada ibu dari anak ADHD dengan rata-rata 51,10 + 7,67. Pada ayah dari anak dengan gejala ADHD ditemukan adanya kualitas hidup buruk dalam domain kesehatan fisik dengan rata-rata 48,08 + 6,50 dan psikologis dengan rata-rata 51,70 + 9,65. Tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara faktor sosiodemografi responden maupun faktor sosiodemografi anak terhadap kualitas hidup ayah. Hubungan yang signifikan ditemukan antara tingkat pendidikan dan pekerjaan ibu terhadap kualitas hidup ibu dari anak ADHD. Kesimpulan: Orang tua dari anak dengan gejala ADHD cenderung memiliki kualitas hidup yang buruk.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 155 - 23 QOY q
Uncontrolled Keywords: Attention Deficit Hyperactivity Disorder, Quality of Life, parents, father, mother, children, elementary school, Surabaya
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ370-550 Diseases of children and adolescents
Creators:
CreatorsNIM
QOYYUM NADAA YUSRIYYAH, -NIM011911133069
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 18 Aug 2026 03:52
Last Modified: 18 Aug 2026 03:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144773
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item