Nur Shabrina Ramadhani, - (2022) Faktor Yang Berhubungan Dengan Praktik Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidotopo Kota Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101411233004_HALAMAN JUDUL.pdf Download (996kB) |
|
|
Text (BAB I)
101411233004_BAB I.pdf Download (249kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101411233004_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
ASI eksklusif yaitu memberikan ASI saja kepada bayi tanpa tambahan makanan/cairan apapun, termasuk air (kecuali vitamin, mineral, atau obat-obatan) dalam 6 bulan pertama kehidupannya. Berdasarkan teori dari Lawrence Green (1980), faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif terdiri dari faktor predisposisi (predisposing), faktor pemungkin (enabling), dan factor penguat (reinforcing). Faktor predisposisi terdiri dari usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, status gizi, dan sosial budaya. Faktor pemungkin adalah penolong persalinan dan paparan informasi tentang ASI. Sedangkan faktor penguat yaitu dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan dan sikap ibu terhadap promosi susu formula. Tujuan dari dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian case control. Sampel penelitian sebesar 58 ibu yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan, terdiri dari 29 ibu pada kelompok kasus dan 29 ibu pada kelompok kontrol, ditentukan dengan teknik simple random sampling. Responden penelitian adalah ibu dari bayi tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner meliputi faktor predisposisi (predisposing), faktor pemungkin (enabling), dan faktor penguat (reinforcing). Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 50% ibu memberikan ASI eksklusif. Pada faktor predisposisi terdapat hubungan antara pekerjaan (p=0,036), status gizi ibu (p=0,03), sosial budaya (p=0,005) dengan pemberian ASI eksklusif. Pada faktor penguat terdapat hubungan antara promosi susu formula (p=0,001) dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ibu yang tidak bekerja, status gizi ibu yang normal berdasarkan IMT, tidak terpengaruh dengan sosial budaya dan sikap ibu terhadap promosi susu formula meningkatkan kemungkinan ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif. Untuk semakin meningkatkan pemberian ASI eksklusif diperlukan edukasi, penyuluhan, dan pendampingan dari petugas kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM.G.15/22 Nur f | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | ASI eksklusif; Bayi Usia 6-12 Bulan | ||||||
| Subjects: | T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 02:05 | ||||||
| Last Modified: | 19 Aug 2026 02:05 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144827 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


