Hubungan Pemenuhan Kebutuhan Asupan Energi dan Protein dengan Sarkopenia Berat pada Lansia Perempuan di UPTD Griya Werdha Jambangan

Surya Ayu Audina (2022) Hubungan Pemenuhan Kebutuhan Asupan Energi dan Protein dengan Sarkopenia Berat pada Lansia Perempuan di UPTD Griya Werdha Jambangan. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
101811233058_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
101811233058_BAB I.pdf

Download (136kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101811233058_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Lansia di panti werdha lebih rentan terhadap terjadinya malnutrisi mengalami akibat perubahan rutinitas sehari-hari termasuk didalamnya perubahan pola makan . Konsekuensi yang harus dihadapi dari asupan yang tidak memadai pada lansia adalah perkembangan sarkopenia. Perempuan antara usia 65 dan 74 kehilangan otot lebih progresif daripada pria karena penurunan kadar hormon seperti estrogen dan androgen. Tujuan umum penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui hubungan asupan energi dan protein dengan sarkopenia berat pada lansia perempuan di UPTD Griya Werdha Jambangan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain case-control. Sampel pada penelitian ini merupakan lansia perempuan (>60 tahun) yang tinggal (?3 tahun) di UPTD Griya Werdha. Sampel didapat dengan metode simple random sampling terdiri dari 22 orang kelompok kasus (lansia perempuan dengan sarkopenia berat) dan 22 orang kelompok kontrol (lansia perempuan tanpa sarkopenia). Variabel terikat (dependent) adalah sarkopenia berat ditegakan menggunakan algoritma AWGS 2019 sedang variabel bebas (independent) adalah pemenuhan kebutuhan karakteristik responden dan asupan energi dan protein diperoleh dengan dua kali 24-h food recall. Data kemudian dianalisis dengan independent t-test dan chi square. Lansia perempuan dengan sarkopenia berat mengonsumsi asupan energi (p=0,017) dan asupan protein (p=0,001) lebih rendah dibanding lansia perempuan tanpa sarkopenia. Asupan protein (OR=4,67; 95% CI: 1,29-16,76; p=0,034) adalah faktor risiko sarkopenia berat. Lansia perempuan dengan asupan protein <1 g/kgBB/hari memiliki risiko mengalami sarkopenia berat sebesar 4,67 kali lebih besar daripada mereka dengan asupan ?1 g/kgBB/hari. Telaah lebih lanjut terkait sumber protein harus dipertimbangkan ketika mempromosikan kebiasaan diet pada lansia perempuan untuk pencegahan sarkopenia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM.G 60 - 23 Sur h
Uncontrolled Keywords: Energy Intake, Protein Intake, Severe Sarcopenia, Older Women, Nursing Homes
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi
Creators:
CreatorsNIM
Surya Ayu AudinaNIM101811233058
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorR. Bambang WirjatmadiUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 21 Aug 2026 03:13
Last Modified: 21 Aug 2026 03:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144946
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item