MOH. HAMZAH RAKA PRATAMA, - (2022) Hubungan Cd4 Terhadap Mortalitas Pasien Hiv Dengan Sesak DI RSUD DR.SOETOMO Periode Januari - Desember 2020. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (373kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (42kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011811133043.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Pasien HIV AIDS yang memiliki jumlah CD4 di bawah 200 sel/uL sering mengeluhkan gejala pernapasan (Wallace, 1993). Keluhan sesak nafas (62%). Penurunan jumlah CD4 <200 sel/uL juga bertanggung jawab untuk infeksi oportunistik (IO) pada pasien HIV (Peters, 2007). Bahkan menurut Kusumaadhi dkk (2021), penderita HIV/AIDS dengan CD4 < 200 sel/uL memiliki risiko kematian sebesar 10.399. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah CD4 dengan kematian pada pasien HIV dengan sesak napas di Ruang Cendana, Dr. Soetomo Surabaya periode Januari – Desember 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang didiagnosis HIV di Ruang Cendana RSUD Dr Soetomo dengan teknik total sampling. Variabel yang diteliti adalah jumlah CD4 sebagai variabel bebas dan kematian pasien HIV dengan dispnea sebagai variabel terikat. Sampel dalam penelitian ini harus memenuhi kriteria inklusi yaitu sampel harus memiliki riwayat jumlah CD4 di rekam medisnya dalam 2 sampai 3 bulan terakhir selama berada di Ruang Cendana RS Dr Soetomo. Instrumen penelitian yang digunakan adalah data sekunder berupa data rekam medis di Ruang Cendana RSUD Dr Soetomo periode Januari – Desember 2020. Hasil: Total 128 pasien HIV dengan dispnea yang memiliki riwayat jumlah CD4 dalam 3 sampai 4 bulan terakhir. Sebanyak 79 (61,7%) adalah laki-laki dan 49 (38,3%) adalah perempuan. Kelompok umur terbanyak adalah 31-40 tahun (33,6%), 20-30 tahun (32,0%), 41-50 (23,4%), > 60 tahun (2,4%) dan tidak ada data umur < 20 tahun. Distribusi infeksi oportunistik terbanyak adalah pneumonia pneumocystis (n=62), tuberkulosis (n=49), dan pneumonia bakteri (n=17). Total pasien hidup (n=79) dan meninggal (n=49). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara jumlah CD4 dengan mortalitas pada pasien HIV dengan dispnea (p-value 0,084 > 0,05).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 12 - 23 Moh h | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | jumlah CD4, HIV, mortalitas, sesak napas, infeksi oportunistik | ||||||
| Subjects: | R Medicine | ||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | ||||||
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 07:37 | ||||||
| Last Modified: | 24 Aug 2026 07:38 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145031 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


