HUBUNGAN FAKTOR AKADEMIS DAN NON AKADEMIS DENGAN KEJADIAN BURNOUT SYNDROME PADA MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

BAHAR KHUSNI, - (2022) HUBUNGAN FAKTOR AKADEMIS DAN NON AKADEMIS DENGAN KEJADIAN BURNOUT SYNDROME PADA MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011811133102 HALAMAN I.pdf

Download (226kB)
[img] Text (BAB I)
011811133102 BAB I.pdf

Download (46kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011811133102.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Burnout merupakan gejala kelelahan emosional, sinisme, dan kelelahan yang terjadi pada individu yang melakukan pekerjaan dengan memberikan suatu bentuk pelayanan kepada orang lain atau sejenisnya. Burnout sangat mungkin terjadi pada mahasiswa meskipun secara profesional mahasiswa dianggap tidak bekerja atau tidak memiliki pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi burnout syndrome berdasarkan tahun perkuliahan dan untuk mengetahui faktor akademik dan non akademik yang mempengaruhi terjadinya burnout syndrome pada mahasiswa kedokteran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 136 mahasiswa kedokteran telah mengisi kuesioner yang dibagikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 136 mahasiswa kedokteran telah mengisi kuesioner yang dibagikan. Berdasarkan tahun perkuliahan, distribusi sampel terdiri dari 44 orang (32,4%) dari angkatan 2019, 45 orang (33,1%) dari angkatan 2020, dan 47 orang (34,5%) dari angkatan 2021. Jumlah siswa yang terkena burnout pada setiap tahun angkatan adalah 50% (22/44) pada tahun angkatan 2019, 53,3% (24/45) pada tahun angkatan 2020, dan 53,2% (25/47) pada tahun angkatan 2021. Jumlah siswa yang terkena burnout sebanyak 71 orang dengan persentase 52,2%. Pada penelitian ini faktor akademik dan non akademik yang ditemukan berpengaruh signifikan terhadap terjadinya burnout pada mahasiswa adalah rata-rata waktu kuliah (p-value = 0,011), kelelahan belajar (p-value = 0,038), dan waktu luang (p-value = 0,037) melalui regresi logistik yang dilakukan dengan SPSS 26.0. Melalui analisis regresi logistik, ditemukan bahwa faktor akademik dan non akademik yang ditemukan berpengaruh signifikan terhadap terjadinya burnout pada mahasiswa adalah rata-rata waktu kuliah (p-value = 0,011), kelelahan belajar (p-value = 0,038 ), dan waktu luang (p-value = 0,037). Pengaruh variabel yang memiliki hubungan faktor akademik dengan kejadian burnout menunjukkan hubungan negatif dengan variabel durasi waktu kuliah harian (OR = 0,724) dan hubungan positif dengan variabel kelelahan belajar (OR = 8,826), sedangkan non - Faktor akademik memiliki hubungan negatif terhadap kejadian burnout syndrome dengan variabel waktu luang(OR = 0,417).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 168 - 23 Bah h
Uncontrolled Keywords: Burnout, Medical Students, Academic Factors, Non Academic Factors, Prevalence
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC475-489 Therapeutics. Psychotherapy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
BAHAR KHUSNI, -NIM011811133102
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSOETJIPTO, -NIP196104261987111001
Thesis advisorHELMIA HASAN, -NIP195911151990012001
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 04 Sep 2026 07:57
Last Modified: 04 Sep 2026 07:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145222
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item