JEANE RACHEL ESRA (2020) PENGARUH PSIKOEDUKASI TERHADAP STIGMA DIRI PADA KELUARGA (FAMILY SELF-STIGMA) ORANG DENGAN SKIZOFRENIA. Artikel Ilmiah thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
Jeane Rachel Esra.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Gangguan jiwa dapat menyebabkan penderitaan dan disabilitas (ketidakmampuan) yang memengaruhi kualitas hidup orang yang mengalaminya. Ada banyak jenis-jenis gangguan jiwa, salah satunya adalah skizofrenia. Dari semua gangguan jiwa, skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang paling distigma oleh masyarakat, dan pada saat yang sama, stigma dan diskriminasi juga dirasakan oleh keluarga mereka, dan menyebabkan beban (family burden), meningkatkan stres dan memengaruhi kualitas hidup. Penelitian mengenai stigma diri pada keluarga (family self-stigma) orang dengan skizofrenia (ODS) masih sangat sedikit, padahal dampaknya terhadap kualitas hidup ODS dan keluarganya sangat besar. Psikoedukasi telah digunakan oleh World Psychiatric Association (WPA) sebagai salah satu alat intervensi dalam melawan stigma dan diskriminasi terhadap gangguan jiwa di lebih dari 20 negara. Tujuan: Memberikan gambaran mengenai stigma diri pad a keluarga (family se(f-stigma) orang dengan skizofrenia dan membuktikan pengaruh psikoedukasi terhadap stigma diri pada keluarga (family self-stigma) orang dengan skizofrenia. Metode: Penelitian ini bersifat consecutive sampling dengan rancangan penelitian pre test post test controlled group design, dengan sam pel penelitian adalah keluarga pasien skizofrenia di Poli Curhat, Puskesmas Krian Sidoarjo pada bulan November - Desember 20 19. Setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan pengisian kuesioner Scale of stigma against family members of people with mental illness, kemudian dilakukan psikoedukasi pada kelompok perlakuan. Basil: Didapatkan 14 orang responden, yang mayoritas adalah orangtua ODS. Tidak ditemukan perbedaan .family se(f-stigma pada keluarga ODS, sebelum dan sesudah psikoedukasi, namun ditemukan penurunan nilai family se(f-stigma setelah psikoedukasi. Tidak ditemukan perbedaan family-stigma pada keluarga ODS yang mendapat psikoedukasi dan yang tidak. Namun secara angka, ditemukan perbaikan dalam family se(f-stigma pada kelompok perlakuan. Kesimpulan: Family self-stigma adalah stigma yang dialami oleh orangtua, saudara kandung, pasangan, dan anak-anak ODS. Tidak ditemukan pengaruh psikoedukasi terhadap stigma diri pada keluarga (family self-stigma) orang dengan skizofrenia. '
| Item Type: | Thesis (Artikel Ilmiah) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | orang dengan skizofrenia, ODS, keluarga, stigma diri pad<ikeluarga <.JitJ.JJ.Iy selfstigma), psikoedukasi keluarga | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry | ||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Psikiatri (Spesialis) | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Dwi Marina | ||||||
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 04:08 | ||||||
| Last Modified: | 01 Sep 2026 04:08 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145288 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


