Daniella Gloria Thresdy Wijaya (2022) Gambaran Maloklusi pada Remaja usia 13-15 tahun di SMPN 17 Surabaya. UNSPECIFIED thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021911133176_HALAMAN JUDUL.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (BAB I)
021911133176_BAB I.pdf Download (259kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021911133176_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (16MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Menurut World Health Organization (WHO), maloklusi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut tertinggi ketiga di dunia, dimana prevalensi maloklusi di Indonesia mencapai angka 80% sehingga perlunya penanganan yang tepat. Indeks maloklusi dapat dimanfaatkan untuk memperoleh gambaran kejadian maloklusi yang merupakan langka awal dalam menangani maloklusi. Sistem klasifikasi maloklusi yang paling umum dan paling mudah diterapkan adalah sistem klasifikasi Angle. Sementara itu, salah satu indeks maloklusi yang umum dan mudah untuk digunakan yaitu Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN). Pendataan mengenai gambaran maloklusi sangat penting untuk membantu menangani kejadian maloklusi. Tujuan: mengetahui gambaran maloklusi pada remaja usia 13-15 tahun di SMPN 17 Surabaya. Metode: Penelitian deskriptif menggunakan data sekunder berupa 60 model studi remaja berusia 13-15 tahun SMPN 17 Surabaya yang selanjutnya dilakukan tabulasi silang, uji Wilcoxon signed rank dan uji korelasi Spearman test serta uji statistika non parametik Mann Whitney test. Hasil: prevalensi maloklusi tertinggi pada klas I Angle (87%) dengan modifikasi Dewey terbanyak pada tipe 2 (70%). Dilihat dari hasil DHC, diperoleh hasil terbanyak dengan interpretasi sangat membutuhkan perawatan (40%) tanpa perbedaan yang signifikan antara perempuan maupun laki-laki. Dilihat dari AC, diperoleh hasil terbanyak dengan interpretasi tidak membutuhkan perawatan (65%) dimana laki-laki lebih membutuhkan perawatan dibandingkan perempuan. Kesimpulan: Distribusi maloklusi terbanyak pada remaja SMPN 17 Surabaya yaitu klas I Angle Tipe 2 dengan kelompok terbesar membutuhkan perawatan borderline berdasarkan DHC dan tidak membutuhkan perawatan berdasarkan AC.
| Item Type: | Thesis (UNSPECIFIED) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG 190 - 23 Dan g | ||||
| Uncontrolled Keywords: | Malocclusion, Index of malocclusion, Angle Classification, Modification of Dewey, Index of Orthodontic Treatment Need | ||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry > RK520-528 Orthodontics | ||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 04:49 | ||||
| Last Modified: | 03 Sep 2026 04:49 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145390 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


