Ririn Yuliarti (2022) Perbedaan Suhu Tubuh Pada Pasien Post Anestesi Umum Yang Diberikan Selimut Hangat Dengan Cairan Intravena Hangat Di Ruang Pulih Sadar Rumah Sakit Rahman Rahim Sidoarjo. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
S.FKP.35-22 hal i.pdf Download (457kB) |
|
|
Text (BAB 1)
S.FKP.35-22 bab 1.pdf Download (212kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
S.FKP.35-22.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Hipotermia dapat menyebabkan aritmia jantung, iskemia, dan henti jantung, aritmia ventrikel, gangguan fungsi kekebalan tubuh dan peningkatan risiko infeksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan suhu tubuh pasien post anestesi umum antara yang diberikan intervensi selimut hangat dengan cairan intravena hangat di ruang pulih sadar. Metode : penelitian ini menggunakan desain quasy experiment yang mengikutsertakan 58 responden yang terbagi atas 2 kelompok yaitu kelompok dengan intervensi selimut hangat dan kelompok dengan intervensi pemberian cairan intravena hangat. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan kriteria inklusi usia 18-60 tahun dan menjalani anestesi umum dan kriteria eksklusi pasien covid-19 dan pembedahan kepala dan transplantasi. Analisis statistik menggunaka paired T test dan independent T test dengan tingkat kemaknaan ?= 5% dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil dan analisa : Kelompok dengan selimut hangat berdasarkan paired T test ditemukan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan dengan kekuatan hubungan lemah (p=0.000; r=0.173). sedangkan pada kelompok yang diberikan cairan intravena hangat paired T test ditemukan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan dengan kekuatan hubungan yang lemah (p=0.000; r=0.302). Hasil uji independent T test diketahui bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara pemberian intervensi selimut hangat dengan cairan intravena hangat (p=0.167). Pembahasan : Pemberian selimut hangat dan cairan intravena hangat sama efektifnya sehingga pemberian intervensi tersebut dapat dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Pemberian selimut hangat dan cairan intravena hangat dapat membantu meminimalkan kehilangan panas melalui kulit dan pembuluh darah dan bisa menjadi keuntungan tambahan sebagai penggantian cairan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S FKP 35/22 Rir p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | perbedaan, selimut hangat, cairan intravena hangat, suhu tubuh, anestesi umum | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery R Medicine > RT Nursing |
||||||
| Divisions: | 13. Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | ||||||
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 08:22 | ||||||
| Last Modified: | 03 Sep 2026 08:22 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145407 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


