Laely Sholihah (2022) Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Subjective Well-Being Pada Penyintas Covid-19. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
S.FKP.38-22-hal i.pdf Download (495kB) |
|
|
Text (BAB 1)
S.FKP.38-22-bab 1.pdf Download (156kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
S.FKP.38-22.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Fenomena pertambahan kasus COVID-19 yang terjadi secara eksponensial menyebabkan tingkat kepuasan hidup, makna hidup, peristiwa afek positif, dan negatif berubah secara sistematis. Masalah tersebut sering ditemukan pada individu yang telah terpapar COVID-19 (penyintas COVID-19), sehingga menunjukkan persepsi ancaman, dan telah dikaitkan dengan tingkat kekhawatiran yang lebih tinggi, sehingga beresiko besar merugikan kesejahteraan subjektif (subjective well-being). Tujuan penelitian agar mengetahui faktor yang berhubungan dengan subjective well-being di kalangan penyintas COVID-19. Metode: Desain penelitian ini cross sectional. Besar sampel sebanyak 112 individu penyintas COVID-19 yang didapatkan dari purposive sampling. Variabel yang digunakan yaitu faktor demografi (jenis kelamin, usia, dan pekerjaan), faktor kontekstual dan situasional, kepribadian, dukungan sosial, religiusitas, dan faktor kesejahteraan subjektif (subjective well-being). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi rank spearman. Hasil: Faktor-faktor yang berhubungan dengan subjective well-being penyintas COVID-19 yaitu faktor demografi meliputi usia (p= 0.000), pekerjaan (?= 0.000), faktor Kontekstual dan situasional (status pernikahan) (?= 0.000), faktor kepribadian (?= 0.000), faktor religiusitas (?= 0.001), dan faktor dukungan sosial (?= 0.000), sedangkan faktor jenis kelamin tidak berhubungan dengan subjective well-being (p=0.696). Diskusi: Faktor- faktor subjective well-being menunjukkan hubungan yang positif sehingga diharapkan adanya upaya peningkatan pada setiap faktor dan dapat memberikan dampak baik terhadap tingkat subjective well-being penyintas COVID-19.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S FKP 38/22 Lae a | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | faktor kesejahteraan subjektif (subjective well-being), faktor demografis, kepribadian, dukungan sosial, penyintas COVID-19, pandemi COVID-19. | ||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-1999 Psychology, Parapsychology, Occult Sciences. R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases R Medicine > RT Nursing |
||||||
| Divisions: | 13. Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | ||||||
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 07:36 | ||||||
| Last Modified: | 04 Sep 2026 07:36 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145449 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


