Ega Wicaksono Rizka Sudibyo, - (2022) Pemodelan Perilaku Penerapan Protokol Kesehatan Saat Pandemi Covid-19 Pada Masyarakat Surabaya Berdasarkan Metode Structural Equation Modeling Dengan Pendekatan Partial Least Square. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
081811833012_HALAMAN JUDUL.pdf Download (655kB) |
|
|
Text (BAB I)
081811833012_BAB I.pdf Download (182kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
081811833012_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Surabaya menjadi kota dengan catatan kasus COVID-19 tertinggi di antara 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Hingga 27 Agustus 2021 sudah tercatat 64.697 kasus yang terkonfirmasi dan 2.378 kematian. Semakin meningkatnya kasus COVID-19 yang terkonfirmasi membuat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menerbitkan Keputusan Menteri nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan. Namun, berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik Republik Indonesia tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan masih rendah, khususnya dalam hal memakai masker (43%), cuci tangan dengan sabun/handsanitizer (48%), menjaga jarak minimal 2 meter (60%), dan menghindari kerumunan (57%). Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait perilaku penerapan protokol kesehatan COVID-19 dengan pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan variabel yang mempengaruhi perilaku penerapan protokol kesehatan COVID-19. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling dengan bantuan google form dan diperoleh 214 responden masyarakat Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel cues to action (isyarat untuk bertindak), perceived benefits (persepsi manfaat), dan perceived barriers (persepsi hambatan) berpengaruh terhadap perceived susceptibility (persepsi kerentanan). Variabel cues to action dan perceived benefits berpengaruh terhadap self-efficacy (efikasi diri). Variabel perceived susceptibility berpengaruh terhadap perceived severity (persepsi keparahan). Variabel perceived benefits, perceived barriers, perceived severity, dan self-efficacy berpengaruh terhadap behavior (perilaku). Keseluruhan model memiliki nilai goodness of fit sebesar 0,3896 yang artinya model memiliki kemampuan yang tinggi dalam menjelaskan data sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan model yang terbentuk adalah valid.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FST.S.17/22 Ega p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | COVID-19, Perilaku, Protokol Kesehatan, Partial Least Square, Structural Equation Modeling | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA407-409.5 Health status indicators. Medical statistics and surveys | |||||||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Statistika | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 03:42 | |||||||||
| Last Modified: | 11 Sep 2026 03:42 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146365 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


