Jakfar Sadik (2022) Underground Economy di Indonesia. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
041717037302_HALAMAN JUDUL.pdf Download (339kB) |
|
|
Text (BAB I)
041717037302_BAB I.pdf Download (53kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
041717037302_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis besaran nilai kegiatan ekonomi yang tidak tercermin dalam pendapatan resmi negara (undeground economy). Metode yang digunakan adalah metode tidak langsung (indirect method) dengan tiga pendekatan sekaligus yakni, pendekatan sensitivitas permintaan uang kartal, potensi rasio pajak, dan konsumsi listrik. Penggunaan tiga pendekatan sekaligus untuk memastikan bahwa nilai yang dihasilkan bersifat ajek (kuat) tentang besaran underground economy di Indonesia yang selama ini terjadi perbedaan (gap) antara beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh akademisi dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Hasil estimasi dengan metode tidak langsung melalui pendekatan sensitivitas permintaan uang kartal, potensi rasio pajak dan konsumsi listrik diperoleh nilai rata-rata undeground economy sebesar 44 persen. Secara terperinci besaran nilai rata-rata melalui pendekatan sensitivitas permintaan sebesar 43,68 persen, pendekatan potensi rasio pajak sebesar 44,35 persen dan pendekatan konsumsi listrik sebesar 44,73 persen. Hasil estimasi menunjukkan kesamaan dengan perhitungan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan yaitu sebesar 40 persenan. Fluktuasi besaran nilai undegroun economy dari tahun 2010 hingga 2020 disebabkan oleh beberapa fenomena. Pertama, kemajuan teknologi dalam sistem pembayaran yang sangat pesat mengeser peran sistem pembayaran keuangan dari tradisional menjadi digital. Pergeseran pembayaran transaksi dari tunai menjadi nontunai disebabkan inovasi lembaga keuangan perbankan dan lembaga keuangan nonbank dalam menawarkan pilihan produk alterntif pembayaran nontunai yang bersifat aman, efektif, dan efisien. Kedua, sistem perpajakan yang dibangun pemerintah melalui reformasi perpajakan di tahun 2016 hingga tahun 2017 mampu meningkatkan kinerja perpajakan pada tahun 2018 hingga tahun 2019. Ketiga, peningkatan nilai efisiensi energi listrik dilihat dari nilai elastisitas energi listrik yang terus membaik dari tahun 2016 hingga tahun 2020. Kata Kunci: Underground Economy, Permiantaan uang Kartal, Potensi Rasio Pajak, dan Konsumsi Listrik.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 D.FEB 09 - 23 Jak u | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | underground economy, currency demand, tax ratio potential, electricity consumption | |||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory | |||||||||
| Divisions: | 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Doktoral Ilmu Ekonomi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 04:33 | |||||||||
| Last Modified: | 14 Sep 2026 04:33 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146674 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


