EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH UMUM YANG MENJALANI OPERASI ELEKTIF

JUFRI UBRUSUN (2021) EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH UMUM YANG MENJALANI OPERASI ELEKTIF. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
052015153011_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
052015153011_BAB I.pdf

Download (496kB)
[img] Text (FULLTEXT)
052015153011_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengurangi manfaat dan meningkatkan biaya dan risiko resistensi antibiotik. Resistensi didefinisikan sebagai tidak adanya penghambatan pertumbuhan bakteri dengan pemberian antibiotik sistemik dengan dosis normal atau tingkat penghambatan minimal. Penyebab utama resistensi antibiotik adalah penggunaan yang tidak rasional. Tujuan: Mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah umum yang menjalani operasi elektif dan pengaruhnya terhadap kejadian Infeksi Daerah Bedah (ILO). Metode: Pencarian retrospektif data pasien bedah umum yang menjalani bedah elektif. Pengambilan sampel dilakukan mulai April 2022-Juni 2022 dengan data rekam medis diambil dari data rekam medis Agustus-Desember 2021. Hasil: Dari penelitian ini didapatkan hasil evaluasi kualitatif antibiotik sebagai berikut: data pasien tidak lengkap (0%), pemberian antibiotik tanpa indikasi (11,4%), ada antibiotik lain yang lebih efektif (0% ), ada antibiotik lain yang lebih aman/kurang toksik (0%), ada antibiotik lain yang lebih murah (0%), ada antibiotik lain yang lebih spesifik dengan spektrum yang lebih sempit (2,9%), antibiotik tersebut terlalu lama (0%), antibiotik terlalu pendek (0 %), dosis antibiotik tidak tepat (8,6%), interval pemberian antibiotik tidak tepat (0%), rute pemberian antibiotik tidak tepat (0%), waktu pemberian antibiotik tidak tepat (34,2%), dan pemberian antibiotik sudah bijaksana (2,9%) Kesimpulan: Pola penggunaan antibiotik profilaksis yang paling banyak adalah cefuroxime (1x2 gram) intravena dengan pemberian antibiotik sudah bijak (2,9%)

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK T.FF.FK 14 - 23 Juf e
Uncontrolled Keywords: Antibiotic, prophylactic, Surgery, Gyssen, Qualitative
Subjects: R Medicine > RD Surgery
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > S2 Farmasi Klinik
Creators:
CreatorsNIM
JUFRI UBRUSUNNIM052015153011
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSUHARJONONIDN195212221982031001
Thesis advisorDION FAISALNIDN198505312011011001
Thesis advisorPRIYONO PANCASILANIDN196506011993031015
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 14 Sep 2026 08:31
Last Modified: 14 Sep 2026 08:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146755
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item