STEVEN ADRIAN, - (2022) PENGARUH PERBEDAAN GLISERIL DIBEHENAT, GLISERIL MONOSTEARAT, DAN SETIL PALMITAT PADA NANOSTRUCTURED LIPID CARRIER QUERCETIN DALAM SEDIAAN GEL TERHADAP STABILITAS DAN EFEKTIVITAS ANTIAGING. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (229kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (48kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
051811133205.pdf Restricted to Registered users only Download (15MB) | Request a copy |
Abstract
Quercetin merupakan sebuah bahan merupakan bioflavonoid memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang kuat, menghambat pengaruh buruk sinar UV, dan mampu memproteksi struktur kolagen. Namun Quercetin memiliki keterbatasan yaitu kelarutan buruk dalam air, dan kemampuan penetrasi ke dalam kulit yang rendah, sehingga Quercetin dibuat kedalam sistem penghantaran yang dapat meningkatkan penetrasi ke dalam kulit, dan dipilih sistem penghantaran berupa Nanostructured Lipid Carrier (NLC) dikarenakan NLC dapat menghantarkan bahan aktif yang lipofilik dan hidrofilik, memperkecil ukuran partikel, meningkatkan penetrasi obat, dan meningkatkan stabilitas bahan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lipid padat gliseril dibehenat, gliseril monostearat, dan setil palmitat terhadap stabilitas dan efektivitas NLC Quercetin sebagai antiaging. Pembuatan NLC Quercetin menggunakan Teknik high Shear Homogenization, setelah sistem terbentuk kemudian akan dilakukan uji karakteristik fisik melalui kristalinitas, ukuran partikel, polydispersity index, pH, entrapment efficiency, dan drug loading. Kemudian sistem NLC dimasukkan ke dalam basis gel karena basis gel memiliki kemampuan untuk menghidrasi kulit, membentuk lapisan protektif pada kulit serta akseptabilitas yang baik, dan dilakukan uji stabilitas real time selama 30 hari pada suhu 25 ? 5oC dan RH 60 ? 10%, serta uji efektivitas berupa kerapatan kolagen dan jumlah fibroblas. Hasil uji karakteristik fisik yaitu kristalinitas menunjukkan bahwa kristalinitas lipid padat yang dimasukkan ke dalam sistem NLC memiliki kristalinitas yang lebih rendah dibanding lipid padatnya, ukuran partikel menunjukkan bahwa pengaruh perbedaan jenis lipid padat tidak mempengaruhi ukuran partikel dari ke 3 fornula NLC Quercetin, ada perbedaan bermakna pada hasil PDI antara 3 formula NLC walaupun tetap berada pada rentang batas penerimaan, hasil uji entrapment efficiency menunjukkan ada perbedaan bermakna dan bahwa semua sistem memiliki entrapment efficiency yang baik. Lebih lanjut, ada perbedaan bermakna pada drug loading antar 3 formula NLC. Hasil uji stabilitas fisik selama 30 hari menunjukkan bahwa pengaruh perbedaan lipid padat tidak mempengaruhi perubahan terhadap stabilitas fisik organoleptis 30 hari penyimpanan baik dari warna, bau, konsistensi, dan pemisahan fase. Apabila dilihat dari parameter pH, diketahui bahwa ketiga formula gel NLC mengalami sedikit peningkatan pH selama penyimpanan namun tetap berada pada rentang spesifikasi yang ditetapkan yaitu 4,5 ? 0,3. Hasil uji efektivitas in vivo pada kulit punggung mencit meliputi uji kerapatan kolagen dan jumlah fibroblas. Hasil uji kerapatan kolagen dan jumlah fibroblas setelah diberi perlakuan selama 28 hari menunjukkan bahwa pengaruh perbedaan lipid padat tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna. Namun berdasarkan hasil kuantifikasi didapatkan bahwa kelompok yang diberi paparan sinar UV dan sediaan memiliki kerapatan kolagen dan jumlah fibroblas yang sama dengan kelompok kulit normal sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan memiliki aktivitas antiaging dengan cara memproteksi kolagen dan fibroblas dari pengaruh sinar UV yang dapat merusak kolagen. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perbedaan jenis lipid padat gliseril dibehenat, gliseril monostearat, dan setil palmitat tidak berpengaruh terhadap stabilitas fisik berupa organoleptis dan pH selama 30 hari penyimpanan pada suhu 25 ? 5oC dan RH 60 ? 10%, serta perbedaan jenis lipid padat gliseril dibehenat, gliseril monostearat, dan setil palmitat tidak meningkatkan efektivitas antiaging melainkan memiliki efek proteksi kulit ditinjau dari kerapatan kolagen dan jumlah fibroblas.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FF 64 - 23 Ste p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Quercetin, Nanostructured Lipid Carrier, Antiaging, Kosmetik | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica | |||||||||
| Divisions: | 05. Fakultas Farmasi > S1 Farmasi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | |||||||||
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 01:26 | |||||||||
| Last Modified: | 16 Sep 2026 01:26 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147048 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


